Program Nabung Saham dikampanyekan dengan gencar oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam nyaris tiga tahun terakhir di berbagai tempat, baik universitas, sekolah, maupun lembaga masyarakat umum. Sayangnya, tak semua peserta program ini memahami keuntungan dan kerugiannya secara komprehensif. Banyak diantaranya yang mengira nabung saham hanya mendaftar lalu setor dana saja.
Dalam artikel ini, kami akan mengulas beberapa fakta mengenai untung rugi nabung saham yang harus Anda ketahui agar jangan sampai salah mengambil keputusan investasi.

Keuntungan Nabung Saham
1. Apabila dijalankan dengan tepat, nabung saham bisa memberikan imbal hasil lebih tinggi daripada kalau dana kita simpan di bank saja. Rata-rata kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa mencapai 16 hingga 24 persen per tahun atau lebih, sedangkan rata-rata bunga deposito hanya 4-8 persen saja.
2. Peserta nabung saham bisa mendapatkan keuntungan ganda dalam bentuk dividen dan Capital Gain. Dividen merupakan pembagian keuntungan perusahaan sesuai dengan besarnya porsi saham tersebut yang kita miliki, sementara Capital Gain merupakan selisih antara harga jual dan harga beli saham.
3. Nabung saham bisa dilakukan oleh siapa saja, karena minimal setoran dananya sangat rendah, bahkan bisa mulai dari Rp100,000 saja. Biaya investasi juga murah, karena pendaftaran gratis dan hanya terdapat potongan fee jika kita ingin membeli atau menjual saham saja.
Kerugian Nabung Saham
1. Harga saham perusahaan-perusahaan paling bagus biasanya mahal, sehingga jika kita nabung saham dalam nominal kecil setiap bulannya, maka butuh waktu lama untuk dapat membeli saham yang kita inginkan. Sebagai contoh, harga saham TLKM hari ini (29 Agustus 2018) adalah Rp3,580. Artinya, apabila Anda ingin membelinya sebesar minimal 1 lot (100 lembar), maka dibutuhkan persediaan dana Rp3,580 x 100 = Rp358,000. Dengan demikian, jika Anda hanya mampu menyisihkan Rp100,000 per bulan untuk diinvestasikan, maka Anda baru bisa membeli saham TLKM setelah empat bulan.
2. Apabila Anda tak memiliki dana memadai, kemudian memilih berinvestasi pada saham perusahaan recehan (harga Rp50-100 per lembar), maka Anda terancam salah membeli saham yang sudah tidak akan naik lagi. Oleh karenanya, siapapun yang mengikuti program nabung saham maka harus mau dan mampu menganalisa performa perusahaan yang dibeli sahamnya.
3. Konsep nabung saham yang terdiri dari menyetorkan dana sedikit demi sedikit secara rutin untuk diinvestasikan di bursa saham dalam jangka panjang merupakan ide bagus bagi pemula yang masih baru dalam dunia investasi. Namun, bagi Anda yang sudah berpengalaman, maka nabung saham hanyalah salah satu dari banyak strategi investasi di pasar modal. Apabila Anda memiliki cukup persediaan dana dan pengetahuan mengenai dunia saham, maka ketahuilah bahwa ada banyak strategi lain dengan prospek keuntungan lebih besar seperti Swing Trading, Day Trading, atau lainnya.
Demikianlah sekilah informasi mengenai untung rugi nabung saham. Dari sini, Anda dapat menyimpulkan sendiri apakah nabung saham itu cocok bagi Anda, ataukah ada opsi lain yang lebih menarik. Pilihan manapun yang diambil, sebagiknya Anda mempelajari dulu seluk-beluk investasi saham sebelum melangkah lebih lanjut.
Tagged With : investasi • saham