Setelah mengetahui sulitnya mendapatkan profit dari trading forex, banyak orang bertanya-tanya, apakah trading forex benar-benar bisa bikin kaya? Nyatanya, tidak sedikit trader forex yang sukses menjadi jutawan dan miliuner di Indonesia maupun di dunia. Namun, memang tidak sedikit pula yang gagal dan mengalami kerugian. Karenanya, daripada mempertanyakan mengenai apakah trading forex benar-benar bisa bikin kaya, lebih baik meninjau kembali mengapa banyak trader forex mengalami kerugian?

Sudah banyak sekali riset mengenai ini di Amerika Serikat dan Eropa yang menunjukkan bahwa antara 90 persen hingga 60 persen trader mencatat kerugian netto (net loss) dari perdagangan forex. Mengapa hal itu terjadi? Ini beberapa sebabnya:
- Penggunaan leverage berlebihan.
Hanya karena broker forex menawarkan leverage hingga 1:1000 atau lebih, tidak lantas berarti Anda harus memanfaatkannya. Semakin besar leverage yang digunakan trader, maka makin besar pula kemungkinan loss. Agar risiko terkendali, sebaiknya Anda tak menggunakan leverage lebih dari 1:100.
- Rasio Risk/Reward yang tidak seimbang.
Kebanyakan trader cenderung terlalu cepat ambil untung, tetapi menunda-nunda cut loss. Akibatnya, total profit malah lebih rendah dibandingkan total kerugian. Sebaiknya, Anda mengamalkan pepatah “let profit runs and cut loss short (biarkan profit berlanjut dan pangkas kerugian secepatnya)”.
- Malafungsi platform trading.
Trading forex online mengandalkan koneksi internet dan kuotasi harga yang dikirimkan melalui jaringan siber. Apabila koneksi internet Anda putus sambung, atau jaringan platform broker mengalami freeze, maka tentu saja eksekusi order tidak akan akurat. Untuk mengantisipasi masalah ini, pastikan koneksi internet Anda lancar dan broker Anda benar-benar kredibel.
- Volatilitas terlalu tinggi.
Sewaktu-waktu, pergerakan harga di pasar forex bisa melaju sangat cepat ataupun melambat. Ketika pergerakan terlalu cepat, maka bisa mengakibatkan kegagalan sistem hingga platform freeze sekaligus menimbulkan kerugian tak terduga. Agar tidak terjebak situasi seperti ini, hindarilah trading saat menjelang rilis berita ekonomi penting. Penting pula untuk memasang Stop Loss (SL) agar modal trading tidak hilang total saat terjadi situasi tak terduga.
- Penipuan dan manipulasi pasar.
Sudah bukan rahasia lagi kalau modus penipuan berkedok forex itu telah menjamur dimana-mana. Penipu umumnya memanfaatkan ketidaktahuan dan keserakahan trader pemula, sehingga bisa menggaet korban dengan iming-iming keuntungan raksasa. Agar terhindar dari kerugian ini, Anda perlu memahami bahwa keuntungan dalam trading forex itu tidak bisa dijamin oleh siapapun. Apabila ada yang menjanjikan keuntungan tetap setiap saat, maka ia kemungkinan besar adalah penipu. Apalagi kalau perusahaannya tidak mengantongi ijin lengkap dari lembaga resmi.
Dari uraian ini, dapat disimpulkan bahwa kerugian dalam trading forex bisa dihindari. Namun, itu hanya jika trader benar-benar telah mempelajari seluk beluk trading serta mampu mengendalikan ambisi. Memiliki hasrat ingin sukses dan pantang menyerah itu wajib, tetapi jika terlalu bernafsu untuk profit tanpa mempelajari pokok-pokok trading forex dulu, maka pada akhirnya pasti rugi. Dalam rangka belajar, banyak pihak mengharuskan trader agar berlatih dalam akun demo dulu hingga mahir, baru kemudian berlanjut trading riil dengan modal uang sungguhan.
Tagged With : broker forex • investasi online • platform trading • trading forex