Saham Berpotensi Cuan Santa Claus Rally 2025/2026

Santa Claus Rally adalah tren musiman dalam bursa saham yang biasanya berlangsung selama lima hari terakhir bulan Desember dan dua hari bursa paling awal pada bulan Januari. Indeks saham biasanya meningkat selama tujuh hari tersebut, tetapi tidak semua saham akan turut menikmati reli. Bagaimana dengan tahun ini? Saham mana saja yang berpotensi cuan saat Santa Claus Rally 2025/2026?

Saham Berpotensi Cuan Santa Claus Rally 2025-2026

Santa Claus Rally 2025/2026 kemungkinan akan berlangsung antara tanggal 24 Desember sampai 5 Januari. Perhitungannya hanya memerhatikan hari bursa, tidak mencakup hari libur akhir pekan dan perayaan Nataru.

Santa Claus Rally tidak pasti terjadi, tetapi banyak investor mengantisipasinya pada akhir tahun ini karena tren suku bunga dunia yang menurun. Ketika suku bunga turun, minat beli saham cenderung meningkat lantaran lebih banyak investor yang berani menanamkan modalnya dalam aset-aset berisiko demi memperoleh keuntungan lebih besar.

Fenomena Santa Claus Rally bersumber dari hasil pengamatan para pakar atas dinamika bursa saham Amerika Serikat. Dalam perkembangannya, pasar modal di berbagai negara lain menemukan indikasi fenomena serupa. Para praktisi saham Indonesia pun mengantisipasi Santa Claus Rally 2025/2026.

Muhammad Wafi, Kepala Riset KISI Sekuritas, mengatakan kepada Kontan (15/12/2025) bahwa Santa Claus Rally akan lebih selektif ke “saham-saham tertentu” saja. Ia menunjuk pada saham perbankan kawakan seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), sektor barang kebutuhan pokok seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), serta sektor telko seperti PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Tim riset CNBC Indonesia (17/12/2025) mewacanakan lebih banyak sektor dan saham potensial untuk Santa Claus Rally 2026/2026. Rekomendasi sektor barang konsumsi bukan hanya mencakup ICBP dan UNVR, melainkan juga PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Selain itu, ada pula PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dari sektor ritel, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dari sektor consumer non-cyclical, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dari sektor teknologi, CPIN dan JPFA dari sektor poultry, BUMI dan PTRO dari pertambangan, FILM dari sektor media, dan masih banyak lagi.

Tagged With :

Leave a Comment