Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, ditutup menguat signifikan pada hari Selasa (13/8). Kenaikan ini mencapai level tertinggi dalam hampir dua minggu setelah data inflasi produsen yang lebih rendah dari perkiraan semakin memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga acuan pada bulan September mendatang.
Salah satu penopang utama penguatan pasar adalah lonjakan harga saham Starbucks sebesar 24,5%. Kenaikan drastis ini merupakan rekor tertinggi dalam sehari bagi perusahaan kopi raksasa tersebut setelah mengumumkan penunjukan Brian Niccol, mantan CEO Chipotle Mexican Grill, sebagai CEO baru.
Indeks Utama Wall Street:
- S&P 500: Naik 90,04 poin atau 1,68% menjadi 5.434,43 poin.
- Nasdaq Composite: Naik 407 poin atau 2,43% menjadi 17.187,61 poin.
- Dow Jones Industrial Average: Naik 408,63 poin atau 1,04% menjadi 39.765,64 poin.
Optimisme Terhadap Pemangkasan Suku Bunga
Investor saat ini tengah menantikan rilis data inflasi konsumen (CPI) pada hari Rabu dan data penjualan ritel pada hari Kamis. Data-data ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi ekonomi AS dan memperkuat prediksi pasar tentang penurunan suku bunga yang lebih agresif oleh The Fed.
Michael James, Direktur Pelaksana Perdagangan Ekuitas di Wedbush Securities, menyatakan bahwa data inflasi produsen (PPI) yang lebih rendah telah memperkuat pandangan bahwa The Fed telah berhasil mengendalikan inflasi. Ia menambahkan bahwa pasar saat ini sangat sensitif terhadap setiap data yang dirilis, terutama menjelang keputusan suku bunga The Fed.
Peluang Pemangkasan Suku Bunga Meningkat
Berdasarkan alat Fedwatch CME, probabilitas The Fed memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin pada pertemuan kebijakan moneter berikutnya telah meningkat menjadi 55% dari sebelumnya yang kurang dari 50%. Hal ini menunjukkan bahwa ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter semakin kuat.
IHSG Diproyeksi Lanjutkan Penguatan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan tren positifnya pada perdagangan Rabu (14/8). Sebelumnya, pada Selasa (13/8), IHSG berhasil ditutup menguat 59,01 poin atau 0,81% ke level 7.356,63.
Penguatan IHSG ini didorong oleh respons positif pasar terhadap penurunan tingkat pengangguran di Inggris. Data terbaru menunjukkan penurunan sebesar 20 basis poin secara month-on-month (mom) menjadi 4,2% pada Juli 2024, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.
Meski demikian, pasar masih terus mencermati data inflasi di Amerika Serikat dan Inggris yang akan dirilis hari ini. Inflasi yang persisten di kedua negara besar ini berpotensi mengubah ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga acuan di masa mendatang.
Kinerja Ekspor dan Rupiah Mendukung
Dari dalam negeri, kinerja ekspor Indonesia yang diharapkan positif pada Juli 2024 juga menjadi sentimen penguat. Surplus neraca perdagangan diperkirakan akan memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas keuangan domestik, termasuk penguatan nilai tukar rupiah.
Sejalan dengan ekspektasi tersebut, rupiah berhasil menguat 0,75% ke level Rp 15.830 per dolar AS pada Selasa (13/8).
Rekomendasi Saham
Sejumlah analis merekomendasikan beberapa saham untuk diperhatikan pada perdagangan hari ini. Phintraco Sekuritas merekomendasikan ACES, MAPI, ERAA, BFIN, INTP, dan SMGR. Sementara itu, MNC Sekuritas menyoroti ACES, ICBP, MAPI, dan SMGA.
Analisis Teknikal
Secara teknikal, MNC Sekuritas melihat potensi IHSG untuk melanjutkan penguatan dan menguji level 7.408-7.438. Namun, indeks juga berpotensi mengalami koreksi ke rentang 7.027-7.218.