Wall Street Beragam Saat Investor Antisipasi Data Ekonomi AS

New York, 12 Agustus – Indeks utama saham Amerika Serikat ditutup dengan pergerakan yang bervariasi pada hari Senin. Pergerakan ini terjadi di tengah antisipasi investor terhadap rilis data ekonomi AS minggu ini, terutama indeks harga konsumen (CPI) yang akan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed).

S&P 500 sedikit naik 0,23 poin menjadi 5,344.39 poin, sementara Nasdaq Composite menguat 0,21 persen atau 35,31 poin ke level 16,780.61. Namun, Dow Jones Industrial Average turun 0,36 persen atau 140,53 poin menjadi 39,357.01.

Aktivitas perdagangan di bursa menunjukkan adanya sentimen yang beragam. Di NYSE, jumlah saham yang turun melebihi saham yang naik dengan rasio 1,46 banding 1. Kondisi serupa juga terjadi di Nasdaq dengan rasio 1,54 banding 1.

Meskipun demikian, S&P 500 mencatat 10 titik tertinggi baru dalam 52 minggu dan tujuh titik terendah baru, sedangkan Nasdaq Composite mencatat 51 titik tertinggi baru dan 179 titik terendah baru.

James Abate, kepala investasi di Center Asset Management, New York, mencatat bahwa tren rotasi ke saham-saham berkapitalisasi kecil dan saham-saham siklik yang sempat populer beberapa waktu lalu kini telah mereda. Abate juga menyoroti bahwa data ekonomi yang ada saat ini belum menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.

Fokus pada Data Ekonomi

Investor saat ini tengah menantikan rilis data CPI dan penjualan ritel AS pada hari Rabu. Data CPI diperkirakan akan menunjukkan kenaikan inflasi sebesar 0,2 persen secara bulanan, tetapi tetap stabil di level 3 persen secara tahunan. Sementara itu, penjualan ritel AS diperkirakan akan mencatat pertumbuhan yang marginal.

Jika data CPI ternyata lebih tinggi dari perkiraan, hal ini dapat memicu kekhawatiran pasar akan tekanan inflasi yang lebih tinggi dan kemungkinan kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed. Di sisi lain, data penjualan ritel yang lemah dapat mengindikasikan perlambatan konsumsi dan meningkatkan risiko resesi.

Beberapa perusahaan ritel besar seperti Walmart dan Home Depot akan melaporkan kinerja keuangan mereka pada akhir minggu ini. Kinerja perusahaan-perusahaan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi konsumen saat ini.

Pergerakan Saham Individual

Saham Starbucks mengalami kenaikan setelah ada laporan bahwa investor aktivis Starboard Value mendorong perusahaan untuk mengambil langkah-langkah yang dapat meningkatkan harga saham.

Sementara itu, saham KeyCorp melonjak setelah Scotiabank Kanada mengakuisisi saham minoritas di pemberi pinjaman regional AS tersebut.

Di sisi lain, saham Hawaiian Electric anjlok setelah perusahaan utilitas tersebut menyuarakan keraguan mengenai keberlangsungan bisnisnya. (*)

Leave a Comment