Saatnya Bisnis Retail Online Mandiri – Melepaskan Diri dari Markeplace

“Inilah waktunya untuk kembali bebas,” ucap Kausambi Manjita dan Barada Sahu, pendiri platform e-commerce Mason, yang baru-baru ini mengumumkan penggalangan dana sebesar $7.5 juta. Bisnis e-commerce di seluruh dunia bisa bekerja lebih baik dengan toko online sendiri dibanding menumpang ke Amazon, atau marketplace lokal. Mason berhipotesis bahwa jutaan retailer e-commerce saat ini terdaftar di Amazon karena mereka menghargai fakta bahwa teknologi marketplace ini mempermudah mereka dalam menjalankan bisnis. Padahal, menjalankan bisnis retail online sendiri tidak kalah potensialnya.

Mengapa Bisnis Retail Online Mesti Mandiri?

Menurut Mason, ada beberapa masalah ril dalam kepesertaan di Amazon. Pertama, biayanya sangat tinggi. Secara keseluruhan, retailer memberikan lebih dari 35% penjualannya kepada marketplace dalam berbagai bentuk. Sahu menyebutnya “pajak Amazon.” Masalah kedua adalah tingginya persaingan antar pelaku usaha yang menawarkan produk yang sama. Memang, ada jutaan pengunjung di Amazon, namun tidak ada jaminan bahwa mereka akan menemukan toko anda, bukan?

bisnis retail online

Itulah sebabnya, Mason merekomendasikan agar bisnis retail online menggunakan pendekatan mandiri. Perusahaan ini menyatakan bahwa platformnya menyediakan fungsi yang sederhana dan fungsional bagi bisnis e-commerce, tanpa harus bergabung ke Amazon. Mereka bisa menjalankan sendiri bisnis online secara sederana.

Secara umum, layanan Mason terdiri dari tiga pilar: pengelolaan persediaan, penjualan dan promosi, serta personalisasi. Di masing-masing area ini, Mason menjalankan sejumlah tool untuk membantu pengusaha online mendapatkan penjualan. Platform ini memberikan kemudahan bagi pelaku bisnis retail online untuk mengkonversi pengunjung menjadi pembeli dan untuk meningkatkan nilai transaksi mereka.

Fitur Mason untuk Bisnis Retail Online Mandiri

Platform Mason menawarkan sejumlah fitur yang mempermudah pelaku bisnis dalam menjalankan bisnis online secara mandiri, antara lain:

  • Dukungan diagnostik sekaligus rekomendasi. Platform ini bisa menyediakan data agar perusahaan tahu bagaimana kinerjanya, berapa lama pengunjung bertahan di website, misalnya, dan produk mana yang terakhir mereka lihat sebelum meninggalkan website dan gagal membuat penjualan.
  • Playbooks, yang merupakan strategi penting bagi perusahaan untuk meningkatkan performanya. Fitur ini disesuaikan dengan masing-masing bisnis dan jenis konsumen yang dilayani.
  • Fitur statitik yang berfungsi untuk membantu penjual meningkatkan nilai bisnis. Mason telah menandatangani kerja sama dengan sekitar 1.000 perusahaan yang sudah merasakan manfaat dari platform ini. Rata-rata pesanan meningkat sekitar 23% 30 hari setelah mandiri, sementara waktu kunjungan meningkat rata-rata 17% pada periode yang sama, dan penjualan meningkat 35% setelah 60 hari.

Selain beberapa fitur dukungan di atas, Mason juga menyebutkan adanya keuntungan dari aspek biaya. Para retailer umumnya membayar 0.25% dari setiap penjualan yang diperoleh menggunakan sarana dan prasarana Mason. Fee ini tentunya jauh lebih kecil dibanding biaya yang dikeluarkan seller di Amazon.

Proposisi ini sepertinya benar. Jumlah konsumen Mason saat ini tumbuh 15% setiap bulannya, bahkan sebelum platform ini berinvestasi di bidang penjualan dan dukungan pemasaran. Platform Mason menyasar para seller atau retailer e-commerce yang sudah relatif mapan, bukan seller pemula yang masih mencoba mencari pasar yang tepat untuk produknya. Kemudian, Mason membantu konsumennya untuk tumbuh secara lebih agresif.

Saatnya Bisnis Retail Online Berdiri Sendiri

Platform Mason berusaha membawa perubahan. Kebanyakan brand dibiarkan tanpa pilihan selain menjual produknya melalui marketplace seperti Amazon dan mereka membayar 35% dari setiap penjualan yang mereka buat, karena mereka merasa terlalu sulit untuk menjalankan toko secara mandiri. Oleh sebab itu, Mason berusaha mempermudah akses bagi seller atau pemilik brand terhadap teknologi canggih, mulai dari sistem pengelolaan persediaan berbasis data, hingga otomatisasi penjualan, dan personalisasi. Mason membantu pengusaha agar lebih independen dalam menjalankan bisnisnya.

Investor juga menyukai bisnis ini. Pendanaan di Mason saat ini didominasi oleh Accel dan Ideaspring Capital, ditambah partisipasi dari Lightspeed India Partners serta sejumlah perusahaan besar lainnya. Untuk membangun perusahaan dengan hasil yang menguntungkan, tim Mason saat ini sedang dalam proses menciptakan sebuah platform layanan mandiri (swalayan), di mana para pemilik brand e-commerce bisa berkreasi, berkomunikasi, dan tumbuh. Pada akhirnya, Mason membantu para pemilik brand untuk mengembangkan usahanya hingga skala global.

Tentunya, suntikan modal baru di Mason memberinya energi dan kekuatan tambahan untuk mengembangkan sayapnya ke sektor penjualan dan dukungan pemasaran bagi seller. Hingga saat ini, perusahaan ini masih lebih banyak berfokus pada pengembangan produk. Saat ini, perusahaan merasa sudah mendapatkan produk yang tepat, maka inilah saatnya untuk berinvestasi pada aspek berikutnya, yakni pemasaran.

Di masa mendatang, kita mungkin akan melihat bagaimana Mason membantu seller atau pemilik brand yang mengelola usahanya secara mandiri dalam mengembangkan sayap di bidang pemasaran. Dengan demikian, setiap brand  bisnis retail online bisa mendapatkan akses ke pasar secara lebih luas, dan produk yang mereka sediakan ‘terlihat’ oleh konsumen dari seluruh dunia.

Tagged With :

Leave a Comment