Dampak Inflasi Terhadap Usaha Kecil Menurut Riset – Part 2

Pada post sebelumnya dibahas bahwa inflasi, yang berakibat terhadap kenaikan harga-harga telah terjadi sejak awal pandemi Covid-19, yakni sebelum fase vaksinasi massal. Pada masa itu, inflasi umumnya terjadi karena terputusnya rantai pasok beberapa komoditi penting, sementara permintaan terus meningkat, sehingga terjadilah kenaikan harga. Dampak inflasi terhadap usaha kecil di masa pasca-vaksinasi diiringi oleh kenaikan penjualan, meski nilai dollar per transaksi cenderung turun. Namun, di masa pemulihan, terutama Kwartal 2 Tahun 2022, inflasi masih terus terjadi, dan ini menimbulkan dampak ketidakmampuan usaha kecil untuk mengimbangi harga  produknya, sehingga penjualan semakin menurun.

Studi pertama sejenis ini didasarkan pada data aliran kas transaksi, yang terdiri dari hampir 105 juta transaksi arus kas masuk dan arus kas keluar dari usaha-usaha kecil yang terdaftar pada marketplace online Biz2Credit. Sayangnya, kenaikan harga terjadi persis ketika perekonomian mulai pulih dari gelombang pertama pandemi, sehingga mendatangkan tantangan baru bagi para pengusaha kecil. Banyak usaha kecil yang sampai saat ini masih terpuruk karena pandemi.

dampak inflasi terhadap usaha kecil 2

Tidak hanya di Indonesia, di Amerika Serikat sendiri, terjadi kenaikan harga secara terus-menerus pada musim panas Tahun 2021. Inflasi semakin cepat di pertengahan Tahun 2022. Producer Price Index (PPI) yang mengukur harga-harga yang dibayar oleh perusahaan, turun pada angka tertinggi mencapai 3% setiap bulannya hingga Mei 2022. Angka ini naik lebih 20% dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan harga-harga terus berdampak terhadap usaha kecil. Namun, mereka tidak begitu saja bisa menaikkan harga, karena akan berdampak terhadap berkurangnya penjualan.

Dampak Inflasi Terhadap Usaha Kecil: Fokus per Pengeluaran

Penelitian yang dilakukan Biz2Credit sebagaimana dibahas pada post sebelumnya juga melihat bagaimana inflasi mempengaruhi perilaku usaha kecil untuk masing-masing item pengeluaran, yakni harga energi (BBM, listrik, dan air). Harga BBM yang meningkat secara cepat di Tahun 2022 sangat merugikan sektor Transportasi dan Perumahan. Di sektor ini, BBM merupakan bahan pokok.

Antara Kwartal 1 Tahun 2022 dan Kwartal 2 Tahun 2022 (di mana harga gas rata-rata per triwulan meningkat dari $3.78 per gallon menjadi $4.60 per gallon), rata-rata pengeluaran meningkat dari $325 menjadi $345, dan kemudian turun menjadi $333 pada Kwartal 3 Tahun 2022. Pada saat itu, rata-rata harga gas sudah sedikit turun menjadi  $4.19.

Meskipun pengeluarannya lebih tinggi, volume BBM turun dari 87 galon menjadi 75 galon, karena harga gas naik pada kwartal 2 Tahun 2022, dan kemudian naik lagi menjadi 80 galon pada kwartal 3 Tahun 2022. Perusahaan-perusahaan transportasi tidak memiliki banyak pilihan, selain memenuhi pesanan konsumen tanpa kelonggaran untuk merespon terhadap harga BBM yang terus berubah-ubah.

Inflasi merupakan tantangan terbesar bagi usaha kecil di Tahun 2023. Riset yang dilakukan oleh  Biz2credit di atas menunjukkan dampak inflasi terhadap usaha kecil. Para pengusaha berjuang keras untuk memprioritaskan biaya dan mengelola aliran kasnya. Di tengah perekonomian yang tidak stabil seperti saat ini, maka sebaiknya para pengusaha skala kecil meminta nasehat atau anjuran dari para pakar atau lembaga pemerintah terkait untuk  menyusun rencana kerja dalam waktu dekat.

Dampak Inflasi Terhadap Usaha Kecil di Tahun 2023

Inflasi selama periode pasca-vaksinasi menimbulkan perubahan yang sangat signifikan dalam aktivitas usaha kecil. Di Tahun 2023, masih banyak ketidakpastian yang terjadi, terutama terkait inflasi yang berkepanjangan, kenaikan harga BBM yang terus terjadi, serta semakin tingginya suku bunga dari Federal Reserve, dan pertumbuhan ekonomi yang melemah.

Namun, bukan berarti semuanya suram tanpa harapan. Ketika Federal Reserve melaksanakan rapat Federal Open Market Committee untuk pertama kalinya pada bulan Januari dan Februari, mulai terlihat adanya sinyal bahwa kenaikan suku bunga berikutnya akan lebih kecil.  Pada bulan Desember 2022 lalu, the Fed sendiri telah menaikkan suku bunga hingga separuhnya. Sejumlah analisis memprediksi bahwa bank sentral bisa saja menaikkan suku bunga kembali, meski tidak sebesar sebelumnya.

Berapapun kenaikan suku bunga berikutnya, lingkungan ekonomi saat ini menekankan pentingnya manajemen arus kas secara seksama. Arus kas keluar mesti diatur dan ditata sedemikian rupa, agar seimbang dari aliran kas masuk. Di sisi pendapatan, pengusaha kecil mesti bisa mengukur kapan mereka memiliki kapasitas ‘pricing power (kapasitas untuk bisa menentukan harga yang wajar bagi produknya)’ kapasitas untuk menaikkan harga karena kenaikkan harga bahan baku tanpa mengurangi penjualan secara signifikan.

Para pengusaha kecil harus menilai apakah operasi usaha mereka membutuhkan pendanaan tambahan atau tidak agar mampu mengelola aliran kas secara lebih baik, dan apakah proyeksi aliran kas mereka mampu membayar cicilin atau tidak. Rekam jejak historis yang baik di masa ketiakpastian manajemen aliran kas tentunya sangat membantu bagi perusahaan-perusahaan yang sedang berusaha mendapatkan pendanaan dari bank dan marketplace online, andaikan mereka memilih untuk mengajukan kredit.

Tagged With :

Leave a Comment