Pada post sebelumnya dibahas bagaimana inovasi digital industri restoran telah mengubah landscape industri ini secara dramatis. Tiga strategi untuk menerapkan inovasi sudah dibahas sebelumnya, yakni memberikan prioritas terhadap kepuasan konsumen, melakukan investasi untuk mempermudah interaksi konsumen secara digital dengan perusahaan, serta inovasi digital untuk mengembangkan desain dan prototype restoran di era digital.
Strategi tersebut diterapkan oleh beberapa brand seperti Focus Brands dan McAlister’s Deli, dan kedua restoran ini terbukti mampu bertahan, sekalipun di masa tersulit selama pandemi. Saat ini, hampir 85% brand restoran di bawah Focus Brands telah mengadopsi sistem digital, baik program loyalty, pemesanan online, maupun papan menu interaktif. Schlotzsky’s adalah salah satu brand milik Focus yang terdepan dalam mengadopsi trend ini, dan kemudian memperkenalkan dua prototipe: Design 1000 dan 1800, pada tahun 2021.

Inovasi Digital Industri Restoran dan Prototype Waralaba Baru
Berkat inovasi digital juga, Schlotzsky’s baru-baru membuka lokasi Design 1000 yang pertama di Oklahoma City. Alhasil, mereka memiliki peluang untuk mempelajari dan mengumpulkan data-data penting tentang efektivitas dan efisiensi prototype digital tersebut. Schlotzsky’s sangat fokus membangun prototype yang menekankan kenyamanan dan kemudahan bagi tamu. Pada saat yang sama, perusahaan juga mengatur investasi untuk waralaba tanpa mengorbankan elemen pokok dari perusahaan ini.
Focus Brands bukanlah satu-satunya pemilik waralaba yang membuka restoran-restoran kecil. Misalnya, Oath Pizza, sebuah waralaba pizza dengan hashtag “The better for you”, telah menyusun rencana untuk meningkatkan digitisasi dan mengurangi jejak offline perusahaannya. CEO Oath Pizza, yakni Drew Kellogg, mengatakan bahwa penentuan prioritas infrastruktur digital milik perusahaan telah mendatangkan peluang pendapatan yang menjanjikan bagi perusahaan.
Selain itu, perusahaan bisa memberikan layanan yang baik bagi konsumen maupun timnya. Jika dipadukan dengan jejak offline yang kecil, kebutuhan tenaga kerja yang kecil, serta sistem rantai yang handal, maka semua ini bisa menjadikan perusahaan sebagai pilihan utama bagi calon-calon pembeli waralaba.
Strategi Menerapkan Inovasi Digital Industri Restoran
Selain tiga strategi penerapan inovasi digital industri restoran yang sudah dibahas di atas, masih ada beberapa hal yang bisa anda lakukan, antara lain:
Meningkatkan Aksessibilitas Bagi Konsumen
Selain desain prototype yang baru untuk perusahaan restorannya, Focus Brands juga menyusun beberapa pilot untuk proyek lokasi dual-branded. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi konsep specialty (ciri khas) milik perusahaan, antara lain Autie Anne’s, Cinnabon, Carvel, dan Jamba. Beberapa brand ini memiliki daya tarik terkuat di kalangan konsumen dan berpotensi menghasilkan pertumbuhan waralaba yang menjanjikan dan menguntungkan. Lokasi-lokasi dual-branded terdiri dari satu brand atau lebih di satu lokasi, dengan desain toko yang terintegrasi pula.
Salah satu kombinasi paling sukses dari beberapa brand yang disatukan dalam satu lokasi dual-branded adalah Auntie Anne’s dan Jamba. Tahun lalu, kedua brand ini membuka sebuah toko dual-branded di Wylie, Texas. Di toko ini, untuk pertama kalinya Auntie Anne’s membuka layanan drive-thru.
Baru-baru ini, sebagai bagian dari investasi perusahaan secara terus-menerus agar lebih dikenal oleh konsumen di seluruh kalangan, Focus Brands mengumumkan sebuah konsep baru untuk bergabung ke portofolio brand khas mereka: Cinnabon Swirl yang bekerja sama dengan Carvel Soft Serve. Selain itu, riset konsumen yang dilakukan perusahaan menemukan peluang dual-branded di dalam portofolio Focus Brands, salah satunya adalah kombinasi antara Cinnabon dengan Carvel Soft Serve, dalam satu konsep yang unik.
Kombinasi dual-brand terbaru ini dapat memenuhi permintaan konsumen terhadap akses yang lebih baik, dengan mengkombinasikan antara layanan pinggir jalan milik Cinnabon dengan Sort Serve yang terkenal ala Carvel. Kombinasi ini menghasilkan tempat makan yang luar biasa. Pengembangan lokasi dual-brand, yang menyatukan beberapa brand di satu lokasi toko, juga telah membuka opsi real estate baru bagi perusahaan-perusahaan di bawah Focus Brands.
Perusahaan ini memberikan penekanan utama untuk menemui konsumen di mana mereka ingin ditemui, sehingga konsumen merasa lebih nyaman dan layanan perusahaan dapat diakses lebih mudah. Bagi para peserta waralaba milik Focus Brands, perusahaan mengakui bagaimana konsep dual-brand telah membuka peluang untuk membuka toko di lokasi-lokasi premium, sekaligus meningkatkan potensi pendapatan. Focus Brands saat ini telah memiliki lebih dari seratus toko dual-brand.
Target Pertumbuhan Perusahaan
Inovasi digital industri restoran mempermudah konsumen untuk berinteraksi dengan perusahaan dalam berbagai cara, sehingga Focus Brands maupun restoran lainnya mampu meningkatkan pendapatan dan pertumbuhannya. Inovasi di sektor real estate, peluang dual-brand yang unik, serta inovasi digital secara bersamaan berhasil memberikan pengalaman terbaik bagi konsumen maupun para peserta waralaba.
Industri restoran terus berkembang untuk memenuhi ekspektasi tamu yang berbeda-beda dan terus berkembang, terutama karena pandemi. Para pemimpin yang berfikiran maju dan perusahaan yang sigap dalam menanggapi permintaan konsumen dan hal-hal yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ikut berkontribusi terhadap pertumbuhan perusahaan.
Tagged With : inovasi bisnis • manajemen bisnis