Post membahas bahwa stategi untuk mendapatkan karyawan yang berkualitas harus mempertimbangkan beberapa aspek. Yang pertama adalah kenyataan bahwa banyak karyawan saat ini lebih memilih lingkungan kerja yang fleksibel. Akibatnya, opsi untuk kembali ke kantor seperti biasa mungkin tidak disukai oleh karyawan yang selama ini sudah merasa nyaman dengan sistem kerja yang fleksibel. Yang kedua adalah aturan tentang vaksinasi yang disikapi berbeda-beda oleh perusahaan. Bahkan, ada yang terang-terangan menolaknya, dan bersiap untuk mengajukan tuntutan hukum di pengadilan.
Stategi Untuk Mendapatkan Karyawan Sesuai Kebutuhan
Selain dua aspek di atas, ada beberapa aspek penting lain yang harus dipertimbangkan perusahaan sebagai bagian dari stategi untuk mendapatkan karyawan. Di antaranya:

Kosa Kata Yang Berbeda
Kurang dari dua tahun yang lalu, anda mungkin jarang mendengar istilah “hybrid” saat berbicara tentang tempat kerja. Sekarang, istilah ini nyaris terdengar setiap waktu. Namun, pastikan bahwa anda dan lawan bicara memiliki pemahaman yang sama tentang maknanya. Hybrid dalam lingkungan kerja bisa berarti anda dapat bekerja dari jarak jauh, namun anda harus tetap hadir di kantor dua hari dalam seminggu, misalnya Senin dan Selasa. Di lingkungan kerja lain, lingkungan kerja hybrid bisa jadi bermakna lain.
Hybrid bisa berarti bekerja dari rumah kapanpun anda inginkan, atau hanya beberapa hari seminggu. Intinya, setiap perusahaan memiliki aturan sendiri. Artinya, sebuah perusahaan yang memiliki lingkungan kerja hybrid semestinya memiliki panduan khusus yang mengatur kapan karyawan bekerja dari rumah dan kapan mereka harus hadir di kantor.
Hal yang sama berlaku untuk memahami langkah-langkah pencegahan terhadap Covid-19. Sebuah perusahaan bisa saja meminta karyawannya untuk mengisi kuisioner diri sendiri, meminta bukti vaksinasi, atau mengharuskan semua orang untuk selalu memakai masker. Jika anda tidak bertanya, anda tidak tahu apakah anda nyaman dengan kebijakan yang berlaku di perusahaan.
Keahlian Baru Anda Sangat Berharga
Jika sebuah perusahaan baru beralih ke sistem kerja jarak jauh (remote) atau memberlakukan sistem kerja hybrid selama pandemi, tentunya pihak perusahaan ingin tahu apakah anda bisa bekerja di lingkungan semacam itu. Jika anda pernah bekerja dari rumah sebelumnya dan bisa melakukannya dengan baik, sebaiknya sampaikan hal tersebut saat proses interview. Anda bahkan bisa memberikan keterangan tentang seperti apa anda menjalankan pekerjaan sebelumnya.
Menurut para praktisi, hal ini sangat membantu, jika anda mengajukan lamaran pada posisi yang menerapkan sistem kerja jarak jauh atau campuran. Hal ini juga menunjukkan kalau anda juga bisa fleksinel jika suatu saat kantor harus ditutup kembali dan seluruh karyawan bekerja dari rumah. Kemampuan untuk bekerja dengan sistem fleksibel ini menjadi nilai tambah bagi diri anda.
Sampaikan pada resume atau selama interview tentang bagaimana anda bekerja, cara terbaik anda menyelesaikan pekerjaan sebelumnya, dann skenario-skenario penting yang pernah anda gunakan. Hal-hal semacam ini perlu disampaikan agar perusahaan mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang diri anda.
Segala Sesuatunya Belum Pasti
Sebagian perusahaan (atau bahkan kebanyakan perusahaan) tidak memiliki semua jawaban atas pertanyaan anda. Misalnya, Covid-19 varian Delta telah membuat sejumlah perusahaan besar seperti Facebook atau Google untuk menunda rencana memanggil karyawannya untuk kembali ke kantor. Sekali lagi, pastikan anda bersikap transparan untuk menyampaikan apa yang anda butuhkan. Perusahaan harus mempertimbangkan hal ini sebagai bagian dari stategi untuk mendapatkan karyawan.
Di sisi calon karyawan, cobalah memahami rencana perusahaan. Anda tentunya tidak ingin menghabiskan waktu mempersiapkan diri untuk 4 atau 5 wawancara sebelum akhirnya anda menyadari bahwa perusahaan tersebut tidak akan memberikan waktu kerja yang fleksibel bagi anda. Jika waktu kerja yang fleksibel merupakan prioritas utama anda, tentunya hal ini hanya membuang banyak waktu, tenaga, dan fikiran anda.
Ketidakpastian ini juga terkait dengan uang. Setiap perusahaan memiliki sistem yang berbeda. Misalnya, apakah sistem kerja jarak jauh akan mempengaruhi gaji dan tunjangan karyawan? Perbedaan sistem penggajian ini berpeluang terjadi, belum lagi perbedaan tarif upayah antar daerah. Misalnya di Amerika Serikat, seseorang yang bekerja di New York City akan menghasilkan lebih banyak dibanding seseorang yang bekerja di Virginia.
Pembicaraan semacam ini selalu ada. Namun, jika perusahaan sudah mengambil keputusan, anda pastinya ingin tahu, bukan? Jangan takut untuk bertanya apakah sistem kerja jarak jauh akan mempengaruhi gaji atau tunjangan pada posisi tertentu atau tidak. Jika ternyata kebijakan perusahaan menyatakan ada pengaruhnya, pertimbangkan lagi apakah hal itu bisa anda terima atau tidak.
Itulah beberapa trend yang dicari oleh para pemburu lapangan kerja setelah pandemi Covid-19. Stategi untuk mendapatkan karyawan berkualitas harus mempertimbangkan beberapa trend tersebut jika tidak ingin kalah saing dari perusahaan lain. Karyawan yang berkualitas dan berdedikasi sangat penting bagi perusahaan untuk berkembang dan maju. Tidak heran jika upaya mendapatkan karyawan yang berkualitas dilakukan habis-habisan oleh perusahaan.
Tagged With : berita bisnis • manajemen bisnis • Manajemen Usaha