penampilan yang memukau. Kita mungkin bisa membayangkan betapa besar komitmen dan dedikasi yang dibutuhkan untuk sampai ke puncak. Banyak pelajaran wirausaha dari Olimpiade tersebut yang bisa menginspirasi para pelaku usaha kecil menengah.
Para atlet Olimpiade berkomitmen untuk mencapai tujuannya, sehingga mereka benar-benar fokus untuk mencapainya. Jika kita belajar dari permainan di Olimpiade, kita akan melihat bahwa mereka belajar untuk mengatasi berbagai jenis perbedaan dan permasalahan, termasuk cedera, depresi, dan bahkan mengatasi ancaman Covid yang setiap saat bisa menghambat mereka dalam meraih mimpi.

Pelajaran Wirausaha dari Olimpiade: Sukses dengan Kualitas Ini…
Mungkin, ada beberapa persamaan yang bisa ditarik antara dunia atlet berkelas dengan para pengusaha sukses. Keduanya sama-sama digerakkan oleh semangat dan komitmen untuk mencapai tujuan dan bekerja tanpa lelah untuk menggapainya. Faktanya, para atlet Olimpiade memiliki kualitas yang sama-sama penting untuk kesuksesan bisnis.
Ketekunan
Para atlet Olimpiade (apakah mereka berhasil mendapat medali atau tidak) memiliki peluang untuk mencobanya kembali empat tahun kemudian. Disrupsi akibat Covid-19 telah merubah semuanya. Bahkan, banyak yang sempat meragukan apakah Olimpiade 2020 akan ditunda ke tahun 2021. Bagi para atlet senior, tubuh mereka akan semakin menua satu tahun berikutnya, sementara para atlet muda memiliki satu tahun ekstra untuk mematangkan persiapannya. Secaraa mental, mereka harus mempersiapkan diri untuk pelatihan tahun kelima, agar kemudian kembali ke panggung Olimpiade.
Para pemilik bisnis juga mengalami masa sulit selama tahun 2020. Di awal tahun, banyak yang merasa optimis kalau mereka akan memasuki masa-masa yang menyenangkan. Namun, Covid-19 telah merubah keadaan. Diperkirakan 30% perusahaan kecil di daerah-daerah paling terdampak harus tutup karena pandemi. Penutupan bisnis mungkin semakin menyebar luas jika pemerintah tidak menyediakan tunjangan bagi masyarakat terdampak.
Saat ini, bantuan sosial dari pemerintah sudah berkurang, dan bahkan ada yang berakhir. Para pemilik usaha harus mengakses pendanaan dari sumber lain, seperti lembaga kredit. Sayangnya, para pemberi kredit juga semakin hati-hati dalam mendistribusikan dananya. Kurang separuh dari permohonan yang bisa dipenuhi. Kadang-kadang, pelaku bisnis harus mencari dari sumber alternatif (non-bank), karena bank juga semakin hati-hati dalam mengambil keputusan terkait kredit.
Artinya, para pengusaha harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan sumber pendanaan. Misalnya, adalah mencari sumber penghasilan tambahan(baru) atau memotong biaya operasional. Alhasil, sebagian melakukannya dengan mengurangi jumlah karyawan.
Komitmen
Bagi para atlet Olimpiade, semua aspek hidup mereka didedikasikan untuk meraih mimpinya masuk Olimpiade. Mereka bahkan mengorbankan waktu untuk keluarga dan sosial, karena komitmen terhadap olah raga. Komitmen juga menjadi pelajaran wirausaha dari Olimpiade. Para pengusaha menginvestasikan banyak waktu dan untuk mengelola dan mengembangkan usahanya. Pemilik usaha kecil tidak hanya bekerja dari jam 09.00 pagi hingga jam 05.00 sore. Mereka kerap bekerja 10 jam atau lebih per hari, dan tidak pernah mengambil libur. Tidak jarang, usaha mereka untuk meraih sukses harus membenani keluarga dan keuangan.
Kecepatan dan Fleksibilitas
Lihatlah para atlet Olimpiade, dan anda akan menyadari bagaimana mereka bergantung pada kecepatan dan fleksibilitas. Para atlet atletik tidak akan mencetak prestasi tanpa kecepatan. Para perenang membutuhkan fleksibilitas untuk bermanuver di dalam air. Selama pandemi Covid-19, para pemilik bisnis juga harus bisa mengubah strategi bisnis secara cepat agar bisa bertahan. Restoran yang biasanya mendapatkan uang dari konsumen yang datang dan makan di tempat dipaksa untuk mengubah strategi, yakni menyediakan layanan take-out dan delivery.
Pelajaran wirausaha dari Olimpiade berikutnya adalah kecepatan dalam merespon apa yang dibutuhkan. Banyak usaha baru justru berkembang karena mencoba menyediakan produk yang tidak tersedia dari pesaing. Misalnya adalah produk-produk kebersihan seperti masker, hand sanitizer, tisu dan sebagainya, terutama di awal pandemi, ketika produk-produk tersebut sempat menghilang dari pasaran.
Kepemimpinan
Tim yang hebat memiliki pemimpin hebat. Banyak peraih medali emas memberikan ucapan terima kasih khusus kepada pelatih dan mentor yang sudah membantu mereka selama perjalanan sebelum dan saat mengikuti Olimpiade. Memang, diperlukan tim hebat untuk membangun satu orang pemenang. Demikian juga, perusahaan sukses biasanya dipimpin oleh eksekutif yang menjadi contoh teladan dan inspirasi bagi karyawannya dalam bekerja.
Optimisme
Para atlet maju ke arena pertandingan dengan optimisme luar biasa. Ini juga menjadi bentuk pelajaran wirausaha dari Olimpiade. Para pengusaha pada dasarnya memiliki sifat optimis. Jika tidak, mereka tidak akan mendirikan perusahaan dan tidak akan bekerja keras. Tak seorangpun mau mendirikan usaha jika mereka tahu perusahaan itu akan gagal. Optimisme adalah bagian dari semangat para atlet maupun pengusaha.
Banyak pelajaran wirausaha dari Olimpiade. Semangat, ketekunan, optimisme, kecepatan, fleksibilitas, kepemimpinan, dan komitmen adalah beberapa istilah bermakna positif yang dibutuhkan para atlet maupun para pengusaha yang ingin sukses.
Tagged With : manajemen bisnis • Manajemen Usaha