Investor Full-Time Harus Tahu Indikator Kinerja Kunci ini

Dalam sebuah pertemua yang sempat dipublikasi beberapa waktu lalu, seorang pengusaha serial sukses, yang ingin beralih menjadi investor full-time menyatakan bahwa ia kembali ke sekolah untuk mendapatkan gelar MBA di usia 45 tahun. Seseorang sempat menanyakan alasannya, dan jawabannya sangat mengejutkan. Meskipun pengusaha ini sudah sukses membangun sejumlah perusahaan (dengan pendapatan tahnan mencapai $59 juta), ia merasa tidak cakap sebagai seorang calon investor. Secara spesifik, pengusaha tersebut mengaku tidak mampu membaca laporan keuangan perusahaan, termasuk neraca, dan sebagainya, sehingga ia tidak bisa mengetahui sehat atau tidaknya sebuah perusahaan dan seberapa besar nilainya.

Fakta di atas mungkin membuat kita bertanya, “Seberapa banyak pengusaha atau pemilik usaha kecil lainnya yang benar-benar memahami dan memanfaatkan laporan keuangan atau bahkan indikator finansial untuk mengetahui kesehatan dan nilai finansial sebuah perusahaan?  Faktanya, ada bebera istilah dan indikator kinerja keuangan yang mesti dipahami calon investor full-time jika ingin mengetahui kesehatan sebuah usaha, apalagi nilai potensialnya.

investor full-time

Investor Full-Time Harus Memahami Beberapa Instilah Ini…

Ukuran-ukuran tersebut sederhana, namun merupakan indikator kinerja kunci yang sangat berpengaruh. Setiap pemilik usaha harus mengetahui ukuran-ukuran finansial berikut agar mampu menjalankan bisnis dengan sukses, apalagi jika ingin beralih menjadi investor full-time:

Pendapatan Real

Di satu sisi, kebanyakan orang berfikir bahwa penjualan adalah pendapatan. Menurut definisinya, pendapatan adalah uang yang diterima di tangan. Jika anda menjual sesuatu namun tidak mendapatkan apa-apa, maka hal itu bisa menciptakan ilusi bahwa segala sesuatunya berjalan lancar namun arus kas adalah rajanya. Tanpa arus kas, usaha anda akan gulung tikar.

Margin Bruto

Sangat mengejutkan, ternyata tidak banyak usaha kecil yang benar-benar tidak memahami apa itu margin bruto dan maknanya bagi produk dan jasa mereka. Berikut adalah definisinya: margin bruto adalah nilai penjualan netto sebuah perusahaan dikurangi harga barang. Dengan kata lain, margin bruto adalah pendapatan dari penjualan yang diperoleh perusahaan setelah dikurangi biaya langsung terkait produksi produk/jasa yang dijual. Sebisa mungkin, angka ini mestinya di atas 50%.

Laba Real

Istilah ini tidak mengacu kepada jumlah uang yang menurut anda didapatkan, namun lebih kepada nilai rupiah aktual yang anda dapatkan setelah dikurangi seluruh biaya dan pajak. Saat melihat biaya yang dikeluarkan perusahaan, pastikan bahwa anda tidak mencampuradukkan biaya pribadi dengan biaya bisnis (seperti sewa rumah, cicilan mobil dan semacamnya), dengan tujuan menurunkan laba netto dan tanggung jawab pajak. Meskipun tampaknya bagus untuk pemilik usaha kecil/pengusaha, hal itu dapat merusak profit perusahaan yang sesungguhnya.

Arus Kas adalah Raja

Seorang investor full-time harus menyadari pentingnya arus kas sebagai urat nadi perusahaan. Tanpa arus kas yang lancar, perusahaan akan mandek. Misalnya, anda bisa saja mendapatkan penjualan senilai $1 juta sebulan, dan kemudian bankrut. Jika anda ingin membangun produk dan kemudian menjual produk melalui suatu saluran distribusi, maka anda harus menunggu sekitar 60-90 hari untuk mendapatkan sedikit ‘bayaran.’

Model bisnis seperti ini bisa saja tidak bisa diraih dalam jangka panjang, kecuali jika volume penjualan anda cukup tinggi, anda memulai usaha dengan cadagangan uang yang besar, atau kecuali jika margin bruto anda sangat tinggi (misalnya 75 persen atau lebih). Kas laksana bahan bakar yang membuat usaha anda berjalan lancar. Jadi, lakukan apa saja untuk memaksimalkan arus kas.

Piutang

Istilah ini mengacu kepada uang anda yang dipakai perusahaan. Meski sering terabaikan, ini adalah suatu area bisnis yang mungkin perlu bagi staff. Seorang konsultan pernah bercerita bahwa salah satu perusahaannya membayar gaji karyawan dengan kartu kredit. Padahal, perusahaan tersebut sudah mencapai valuasi sekitar $2.5 juta. Sepertinya, sejumlah klien berhutang kepada perusahaan, sehingga jumlahnya mencapai $400.000 dan setidaknya sudah berlalu selama 60 hari.

Kemudian, perusahaan menyewa seorang konsultan piutang, dan menawari mereka komisi sebesar 10% untuk setiap piutang yang berhasil ditagih dalam 30 hari kedepan. Kontraktor ini bertindak agresif namun tidak ofensif, sehingga berhasil menagih sebanyak $320.000 dalam waktu 30 hari kemudian. Ingat, arus kas adalah raja.

Utilisasi Karyawan

Ini adalah suatu area yang paling sering terabaikan (kecuali jika usaha anda bergerak dalam bisnis jasa orang). Semestinya, pengusaha, pemilik usaha kecil, dan investor full-time harus memperhatikan aspek ini. Jika memungkinkan, berlakukan tarif per jam atau gaji per jam kepada karyawan, dan kemudian lihat dampaknya terhadap pendapatan karyawan.

Dengan melakukan hal ini, anda mungkin bisa mengetahui aspek mana yang memberikan kontribusi terbesar kepada perusahaan dan berapa banyak penghasilan yang bisa anda dapatkan per karyawan, sebelum anda mempekerjakan karyawan lain. Setidaknya, itulah beberapa indikator pokok finansial yang harus dipahami cara kerjanya oleh calon investor full-time. Dengan demikian, anda bisa menilai kesehatan bisnis anda serta nilai potensialnya.

Tagged With :

Leave a Comment