Setiap kita mungkin pernah merasa rendah atau dikenal dengan instilah underdog. Anda mungkin memiliki ide bisnis baru, atau baru saja membuka pintu untuk konsumen. Namun, rasa tidak percaya diri mungkin melingkupi diri anda. Mungkin, hal itu terjadi karena ini adalah pertama kalinya anda membuka usaha dan anda tidak begitu memahami apa yang sedang dikerjakan. Mungkin, anda memulai bisnis dengan memanfaatkan uang pinjaman dari bank, dari teman, atau dari anggota keluarga yang lain. Namun, tahukah anda bahwa ada manfaat dari rasa tidak percaya diri yang anda rasakan di awal mendirikan usaha.
Ada banyak alasan mengapa kita merasa tidak begitu percaya diri, mungkin semacam sindrom imposter, yang dibahas pada post sebelumnya. Oleh sebab itu, para pengusaha pemula selalu disarankan untuk menata ulang pola pikirnya. Faktanya adalah, rasa tidak percaya ini memiliki sejumlah keuntungan. Kerap kali, rasa tidak percaya ini justru memacu seseorang untuk membangun suatu bisnis yang kuat.

Manfaat Dari Rasa Tidak Percaya Diri Dalam Bisnis
Anda pasti tahu nilai dari uang dan bagaimana cara menabung. Anda juga tentunya sudah mempersiapkan diri untuk menjalankan bisnis hingga sukses. Anda juga bisa belajar dari cerita sukses para pengusaha tentang manfaat dari rasa tidak percaya diri yang mereka rasakan di awal merintis usahanya.
Memulai Usaha di Dapur – atau Garasi
Anda tidak harus memiliki kantor sendiri atau bahkan memiliki rumah sendiri agar bisa memulai bisnis yang sukses. Setidaknya, ada dua perusahaan unggul yang membuktikan hal itu. Salah satunya adalah bar CLIF yang sangat populer. Usaha ini dimulai dari dapur ibunya Gary Erickson. Dapur bukan hanya tempat munculnya ide dan resep: dapur juga tempat di mana ia memulai usaha dan menjualnya kepada konsumen. Anda mungkin juga pernah mendengar cerita Steve Wozniak dan Steve Jobs, yang merintis Apple dari garasi rumah milik Jobs.
Tentunya, ada juga orang yang memulai usaha di ruang kerja, di jejaring sosial, atau bahkan di kedai kopi. Namun, selama anda memiliki jaringan WiFi, anda bisa memulai apa saja. Jika usaha bisa dimulai dari dapur atau garasi rumah anda, maka usaha itu juga bisa dilakukan dari kantor atau pabrik sendiri. Intinya, tempat di mana usaha dirintis bukanlah hal yang utama, namun ide dan kemauan anda lah yang lebih penting.
Anda Adalah Anggota Tim
Meskipun anda pemilik, anda harus tetap melakukan apa saja dalam bisnis, karena anda adalah tim. Semua tahu bahwa merintis sebuah usaha tidaklah selalu mudah, namun ada manfaatnya: anda akan mengetahui setiap bagian dari usaha tersebut, seperti anda mengenali tangan anda sendiri. Awalnya, anda mungkin kerepotan melakukan semua tugas dan tanggung jawab, namun anda harus tetap memiliki kendali dan pemahaman tentang setiap aspek dari usaha anda.
Dana Jackson, pendiri Beneath Your Mask, awalnya tidak memiliki anggaran untuk mempekerjakan karyawan saat usahanya pertama dirintis. Namun ada keuntungannya: anda terpaksa harus mempelajari setiap aspek dari usaha tersebut, karena anda tidak mampu mempekerjakan siapa saja untuk melakukan tugas-tugas kecil. Ketika anda mempekerjakan seseorang, anda akan tahu persis apa yang harus ia lakukan karena sudah pernah mengerjakannya sendiri.
Anda Belajar Cepat Jika Produk Anda Disukai
Satu lagi manfaat dari rasa tidak percaya diri di awal pendirian usaha adalah keharusan untuk belajar lebih cepat, terutama jika produk anda memang disukai konsumen. Beberapa puluh juta sebenarnya sudah cukup untuk memulai usaha kecil, meskipun anda mungkin tidak bisa berbuat banyak dengan dana sebesar itu.
Namun, Ana Gavia, pendiri Pinkcolada, mengaitkan kesuksesannya dengan kemampuan untuk mengukur diri apakah ia tengah membangun sesuatu yang digemari konsumen. Anda tidak harus menginvestasikan semua uang yang dimiliki jika calon konsumen tidak menunjukkan rasa tertarik pada produk anda. Tidak masalah siapa yang anda pekerjakan atau seberapa besar anggaran iklan anda: jika mereka tidak membeli, ya, mereka tidak membeli produk anda.
Menurut Gavia, ketika merintis sebuah usaha kecil, anda tentunya tidak ingin menghabiskan uang pada sesuatu yang tidak akan terjual, bukan? Lihat reaksi follower dan lihat post mana yang paling banyak mendapatkan Likes dan Comment. Anda tentu tidak ingin menjual sesuatu yang tidak disukai atau benda yang tidak akan anda pakai, bukan?
Menjadi Cerita Inspirasi yang Baik
Faktanya, tidak banyak yang terinspirasi oleh cerita pada pendiri bisnis yang memang memiliki uang dan sumber daya, dan langsung meluncurkan bisnis yang sukses. Justru, kesulitanlah yang membuatnya berbeda. Setidaknya, begitulah pandangan Tom Wang, pendiri Sdara Skincare. Sebagai seorang putra imigran asal China, keluarganya berjuang keras selama ia masih kecil. Ia merintis banyak bisnis dan sering gagal.
Hingga akhirnya ia menggunakan uang senilai $5.000 di bank untuk meluncurkan Sdara, yang kemudian berkembang menjadi sebuah usaha bernilai jutaan dollar. Anda berusaha membuat cerita yang lebih baik saat anda sukses. Banyak orang yang telah melalui kondisi buruk dan kemudian sukses.
Tagged With : manajemen bisnis • Manajemen Usaha