5 Strategi untuk Menyesuaikan Anggaran Bisnis Setelah Covid

Anggaran bisnislah yang membuat anda bisa mengendalikan perusahaan. Dengan anggaran pendapatan dan biaya yang baik, anda bisa mencegah pemborosan dan mencapai tujuan secara finansial. Namun, dengan serangan virus corona saat ini, anda mungkin harus berjuang untuk menyesuaikan anggaran bisnis setelah covid berakhir. Anda mungkin harus melakukan penyesuaian di sana-sini.

Anda tentunya tidak ingin covid-19 menghambat operasi bisnis, apalagi menghentikan arus kas. Saat pemerintah mengumumkan bahwa tatanan kehidupan normal baru akan diberlakukan, para pemilik usaha harus menyesuaian anggaran bisnis setelah covid, sehingga dapat mengakomodir kehidupan new normal.

menyesuaikan anggaran bisnis setelah covid

Menyesuaikan Anggaran Bisnis Setelah Covid

Beberapa tips di bawah ini dapat membantu anda menyesuaikan kembali anggaran pendapatan dan belanja bisnis anda untuk menghadapi new normal:

Lihat Angka-Angka Baru

Besar kemungkinan bahwa bisnis anda juga terdampak oleh virus corona dalam bentuk yang sama. Mungkin anda tidak punya pilihan selain menutup usaha sementara karena regulasi dari pemerintah. Atau, anda mungkin bisa menghadapi masa krisis ini dan mendapatkan suatu cara kreatif agar kas bisnis anda tetap mengalir. Apapun kondisinya, pendapatan anda mungkin ikut terdampak dalam beberapa bulan terakhir.

Karena aliran kas anda mungkin berbeda dari masa sebelum covid-19, anda mesti mempertimbangkannya dalam menyusun menyusun anggaran pendapatan dan pengeluaran usaha. Untuk mencegah aliran kas negatif, anda harus melakukan menyesuaikan anggaran bisnis setelah covid. Sekalipun arus kas usaha anda tidak menunjukkan trend negatif, anda harus tetap mempertimbangkan angka-angka tersebut untuk memastikan pengeluaran tidak melebihi pendapatan.

Manfaatkan Proyeksi Finansial

Bukankah menyenangkan jika kita bisa memprediksi masa depan usaha kita? Pastinya IYA. Namun sayangnya, kita tidak bisa melakukannya. Sebagai pemilik bisnis, yang bisa kita lakukan hanyalah meramalkan alias memproyeksi anggaran dan aliran kas. Jika anda belum pernah mendengar istilah ramalan atau proyeksi finansial sebelumnya, berikut adalah ringkasannya

Baca Juga:   Peran Wanita di FinTech Dalam Rencana Pemulihan Pasca-Covid-19

Ramalan finansial bisa membantu anda memperkirakan keesehatan finansial bisnis anda di masa mendatang berdasarkan data-data dan laporan keuangan. Ramalan ini membantu anda memprediksi pendapatan, pengeluaran, dan sebagainya. Anda juga bisa memproyeksi laporan laba dan rugi, neraca, serta arus kas. Dengan proyeksi, anda bisa memastikan bahwa kondisi keuangan usaha anda berada di jalurnya, sehingga perencanaan anggaran dan pendapatan menjadi lebih mudah. ‘

Setelah pandemi virus corona ini, anda tentunya perlu menyesuaikan anggaran pendapatan dan pengeluaran. Dengan demikian, bisnis anda lebih siap untuk menghadapi segala kemungkinan di masa mendatang.

Evaluasi Kembali Dana Tak Terduga Anda

Apakah bisnis anda memiliki dana tak terduga atau semacam kas cadangan? Menurut sebuah penelitian, sangat sedikit penduduk yang memiliki dana cadangan semacam ini. Meski dana cadangan anda mungkin tidak digunakan selama kondisi normal, anggaran semacam ini sebaiknya tetap ada. Faktanya, anda tidak pernah tahu kondisi darurat seperti apa yang bisa menghadang bisnis anda di masa mendatang. Tak seorang pengusahapun bisa memprediksi pandemi covid-19. Tak seorangpun!

Sangat bagus jika anda memiliki dana cadangan. Inilah waktu yang ideal untuk mengevaluasi kembali dana-dana tersebut untuk memastikan bahwa anda siap jika krisis kembali terjadi. Di sisi lain, jika anda tidak memiliki dana cadangan, maka inilah saatnya mengalokasikan sebagian pengeluaran bisnis untuk mengantisipasi hal-hal yang tak terduga. Umumnya, dana cadangan ini setara dengan pengeluaran 3 hingga 6 bulan anda.

Prioritaskan untuk Membayar Hutang

Sejumlah opsi pinjaman baru bermunculan setelah pandemi covid-19 yang bertujuan membantu usaha mikro dan kecil. Sebagian mungkin cukup dapat diterima, namun sebagian lagi tidak begitu baik, dan ada juga yang tidak bisa diterima sama sekali. Pandemi covid-19 mungkin memaksa anda untuk mengajukan kredit usaha. Anda tidak sendiri. Banyak pengusaha lain yang menghadapi masalah yang sama.

Baca Juga:   Jangan Asal, Ini Tips Menentukan Bisnis MLM yang Aman

Agar tidak terjebak dalam hutang selama beberapa tahun ke depan, sebaiknya prioritaskan untuk membayar hutang-hutang anda sesegera mungkin. Ciptakan satu ruang untuk pinjaman ekstra dan pembayaran hutang dalam anggaran pendapatan dan belanja usaha. Percayalah, anda bisa melakukannya. Tentunya, pengeluaran bisnis harus tetap dibayar, dan dana cadangan tetap harus dialokasikan. Meski demikian, jangan abai untuk membayar hutang anda dengan segera.

Agar lebih mudah melakukannya, fokuskan untuk membayar hutang-hutang anda satu persatu. Setelah salah satunya lunas, buat lagi rencana untuk melunasi hutang kedua, dan seterusnya.

Lihat Lagi Tujuan Anda

Pandemi covid-19 mungkin juga memaksana anda untuk memikirkan kembali anggran usaha dan tujuan finansial anda di masa depan. Lihat kembali tujuan finansial dan anggaran bisnis anda saat ini. Jika terjadi perubahan yang drastis akibat pandemi covid-19, maka anda perlu menyesuaikan tujuan finansial anda. Anggaran yang disusun harus mencerminkan prioritas dan tujuan finansial. Jika tidak, pikirkan kembali dan carilah strategi untuk bisa mencapainya setelah pandemi covid-19 ini berakhir.

Nah, itulah beberapa trik untuk menyesuaikan anggaran bisnis setelah covid. Penganggran yang matang sangat penting agar usaha anda tidak ‘terkejut’ lagi ketika krisis yang sama terjadi lagi di masa mendatang.

Tagged With :

Leave a Comment