5 Saham Yang Paling Banyak Diborong Asing Bulan Ini

IHSG meningkat sekitar 6 persen sepanjang bulan Mei 2025. Hal ini tak lepas dari membaiknya sentimen pasar di dalam dan luar negeri. Investor asing pun mulai memborong saham-saham unggulan lagi seiring dengan menggeliatnya kinerja bursa efek Indonesia.

Saham Paling Banyak Diborong Asing Bulan Ini

RTI mengungkap lima saham yang paling banyak mendulang dana asing dalam periode ini, yaitu Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Bank Central Asia (BBCA), Aneka Tambang (ANTM), Bank Syariah Indonesia (BRIS), dan Gojek Tokopedia (GOTO). Semuanya merupakan saham-saham populer, meskipun kinerja harganya bervariasi.

Total net buy asing atas saham BBRI mencapai Rp3,5 triliun per akhir Mei 2025, diikuti oleh BBCA (Rp2,9 triliun), ANTM (Rp2,8 triliun), BRIS (Rp800 miliar). Saham GOTO berada pada posisi kelima dengan net buy sebesar Rp672,3 miliar.

Banjir dana asing berhasil mengatrol harga saham BBRI naik lebih dari 15% sampai Rp4450 pada penutupan perdagangan tanggal 28 Mei 2025, menjelang libur perayaan kenaikan Yesus Kristus keesokan harinya. Ini merupakan rekor harga saham BBRI tertinggi sejak November 2024.

Harga saham BBCA terdongkrak lebih moderat sekitar 6,5% dan ditutup pada Rp9400 dalam kurun waktu yang sama. Harga saham BRIS juga menampilkan kinerja yang baik dengan kenaikan 5,2% sampai Rp3000.

Harga saham ANTM membukukan kinerja yang lebih fantastis dengan melonjak lebih dari 43%, lalu ditutup pada Rp3110 dalam bulan Mei 2025. Prestasi tersebut tak lepas dari kenaikan harga dan popularitas emas di tengah gejolak ekonomi global belakangan ini.

Sebaliknya, arus dana asing tetap tak berdaya menyelamatkan GOTO. Harga saham ojol top Indonesia ini justru merosot nyaris 25% sampai Rp64 per lembar pada akhir bulan Mei 2025.

Fenomena menarik ini menunjukkan betapa net buy asing dapat menggerakkan harga saham Indonesia, terutama saham sektor perbankan. Aliran dana investor asing yang bertujuan memanen cuan dalam bentuk capital gain, dapat mendorong kenaikan harga saham terkait secara signifikan dalam jangka waktu cukup pendek. Akan tetapi, net buy asing yang tinggi bukanlah solusi instan untuk saham-saham yang kurang berkualitas dan sedang ditinggalkan investor secara umum.

Tagged With :

Leave a Comment