5 Saham Murah Dengan Prospek Dividen Tinggi 2025

Harga saham murah bisa disebabkan oleh beragam alasan, baik karena perusahaannya memang berkinerja buruk, situasi ekonomi yang bergejolak, atau penurunan temporer sebagai ancang-ancang untuk naik lagi. Para investor biasanya mengincar saham murah yang disebabkan oleh kemunduran sementara saja.

Beberapa alat analisis yang dapat dipergunakan investor pemula untuk menemukan saham-saham “hidden gem” itu antara lain rasio Price-to-Book Value (PBV), Price-to-Earning (PER), danĀ dividen. Kriterianya sederhana saja, yaitu PBV di sekitar 1x, PER kurang dari 15x, dan yield dividen semaksimal mungkin.

Daftar Saham Murah dengan Prospek Dividen Tinggi Tahun 2025

Jika kita menggunakan ketiga kriteria tersebut untuk menyaring saham-saham Bursa Efek Indonesia saat ini (September 2025), maka akan menemukan sedikitnya lima (5) saham murah dengan prospek dividen tinggi berikut:

  • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

Harga saham BMRI ditutup pada Rp4380 dalam perdagangan tanggal 19 September 2025. Emiten bank terbesar di Indonesia ini memiliki rerata yield dividen 5-tahunan sebesar 4,98%, dengan PBV 1,62x dan PER 7,78x.

  • PT Astra International Tbk (ASII)

Harga saham ASII ditutup pada Rp5725 dalam perdagangan tanggal 19 September 2025. Emiten otomotif kawakan ini memiliki rerata yield dividen 5-tahunan sebesar 6,51%, dengan PBV 1,05x dan PER 7,37x.

  • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

Harga saham BBNI sekarang beredar pada Rp4620, dengan rerata yield dividen 5-tahunan sebesar 3,56%, PBV 0,99x, dan PER 7,87x. Ini merupakan saham bank BUKU 4 paling murah se-Indonesia.

  • PT United Tractors Tbk (UNTR)

Harga saham UNTR terbilang mahal secara nominal, yakni Rp26.750 per lembar saat ini. Kendati demikian, rasio-rasionya cukup menggiurkan dengan PBV 1,03x dan PER 6,09x saja. Di saat yang sama, UNTR merupakan penghuni semi-tetap dalam indeks High-Dividend 20 dengan rerata yield dividen 5-tahunan sampai 10,19%.

  • PT Indosat Tbk (ISAT)

Sejarah perusahaan yang bergejolak membuat ISAT selalu dinomorduakan oleh investor, khususnya dibandingkan rival utama TLKM. Kendati demikian, angka-angka ISAT sebenarnya lebih unggul. Harga saham ISAT saat ini Rp1890, dengan rerata yield dividen 5-tahunan 5,76%, PBV 1,78x, dan PER 12,64x. Sebagai perbandingan, TLKM diperdagangkan pada harga Rp3230, rerata yield dividen 5-tahunan 4,89%, PBV 2,41x, dan PER 14,49x.

Hasil dividen yang tinggi dapat menambal opportunity cost selama kepemilikan saham masih berstatus floating loss alias rugi mengambang dalam portofolio. Di sisi lain, fundamental kelima emiten tersebut cukup kokoh untuk menjamin pemulihan kinerja harga sahamnya di masa depan.

Selain kelima saham tersebut, masih ada banyak sekali saham murah dengan prospek dividen tinggi lainnya. Contohnya, saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) merosot sejak tahun 2024 tetapi perseroan selalu murah hati dalam membagikan laba tahunan.

Tagged With :

Leave a Comment