Indeks Dolar AS (DXY) stabil dalam rentang terbatas antara 100.59-101.27 sepanjang minggu lalu. Posisinya masih dekat dengan rentang tertinggi tahun ini yang tercapai pada tanggal 24 Juni.

Greenback unjuk gigi lagi pada pembukaan awal pekan ini (13/7/2026). Trader mengantisipasi sentimen bullish bagi Dolar AS bakal berkembang menjelang beberapa agenda utama pasar forex selama seminggu ke depan.
1. Testimoni Ketua The Fed
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh akan menyampaikan kesaksiannya di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS pada hari Selasa, 14 Juli 2026. Kemudian ia akan menyampaikan testimoni juga pada Komite Perbankan Senat AS pada keesokan harinya.
Trader akan mencermati apakah Warsh masih mendukung prospek kenaikan suku bunga jika tingkat inflasi tetap tinggi, sama seperti pernyataannya pada bulan Juni lalu. Jika biasnya tetap hawkish, kurs Dolar AS berpotensi menguat lebih lanjut.
2. Rilis data inflasi AS
Biro Statistik Tenaga Kerja AS bakal mengumumkan data indeks harga konsumen pada hari Selasa dan indeks harga produsen pada hari Rabu. Keduanya kemungkinan keluar sebelum testimoni Warsh, sehingga trader perlu mengantisipasi gejolak volatilitas sejak satu sesi sebelumnya.
3. Rilis laporan keuangan perbankan AS
Beberapa perbankan raksasa AS akan menerbitkan laporan keuangannya, termasuk JPMorgan, Bank of America, Wells Fargo, Goldman Sachs, dan Citigroup. Rilisan yang wajar kemungkinan tidak berpengaruh besar bagi pasar keuangan secara umum, tetapi tanda-tanda instabilitas dapat mengguncang harga instrumen lintas pasar.
4. Rilis data penjualan ritel AS
Data penjualan ritel AS kurang berpengaruh selama beberapa bulan terakhir, karena pelaku pasar lebih memerhatikan situasi geopolitik dunia dan ekspektasi suku bunga The Fed. Kendati demikian, data ini merupakan indikator minat belanja masyarakat yang menggerakkan perekonomian AS. Data aktual yang terlalu buruk dapat menjatuhkan Dolar AS.
5. Risiko intervensi dalam USD/JPY
Menteri Keuangan Jepang telah berulang kali menyatakan kesiapannya untuk turun tangan demi menanggulangi fluktuasi nilai tukar yang kebablasan. Trader mengkhawatirkan risiko intervensi forex tersebut karena posisi USD/JPY saat ini pada kisaran 162.00 sudah melampaui batas toleransi pemerintah yang diperkirakan oleh para pakar.
Di samping kelima isu tersebut, trader forex pada major pairs maupun cross pairs juga akan terus memantau perkembangan konflik AS-Iran. Kedua negara kembali baku hantam pada akhir pekan, sehingga kapal-kapal komersial menghindari Selat Hormuz dan harga minyak mentah naik lagi.
Tagged With : analisa fundamental • dolar as • federal reserve • trading forex