4 Tips Order Beli Terbaik Untuk Trader Saham

Ada banyak tips untuk investor saham. Namun, bagaimana dengan trader saham? Ada anggapan bahwa saham itu lebih ideal untuk investasi saja. Padahal, trading saham pun cukup menguntungkan jika Anda tahu bagaimana caranya menyusun strategi yang tepat untuk mendapatkan cuan. Nah, berikut ini beberapa tips untuk trader saham, mulai dari waktu terbaik untuk melakukan order beli hingga cara memilih saham yang tepat.

3 Cara Menentukan Target Profit Dalam Trading Forex

1. Jangan Order Beli Sebelum Pembukaan Sesi I

Anda boleh jadi ingin order beli saham sebelum berangkat ke kantor atau menghadiri perkuliahan. Untuk itu, sebelum sesi I dibuka, Anda sudah pasang order lebih dahulu di aplikasi trading saham. Sepintas, fitur ini menguntungkan karena Anda tak perlu tunggu pembukaan pasar untuk order. Namun, sebenarnya justru menyimpan risiko besar, karena Anda belum tahu bagaimana sentimen pasar hari itu.

2. Waktu Terbaik Untuk Order Beli Adalah Sesi Siang

Volatilitas pasar saat sesi I seringkali cukup tinggi dan diwarnai banyak sekali noise. Pasalnya, banyak berita-berita baru saja dirilis di media massa dan rumor-rumor terkini menyeruak di media sosial trader. Oleh karena itu, ada baiknya Anda beli pada sesi siang setelah pergerakan harga mulai stabil.

3. Periksa Volume Bid dan Offer Sebelum Order

Semua platform trading saham pasti menampilkan volume dan harga Bid dan Offer secara berdampingan. Informasi yang dimuat pada kolom volume itu memiliki fungsi yang tak kalah pentingnya dengan kolom harga, karena bisa jadi menggambarkan kecenderungan pasar.

Ketika volume Offer jauh melebihi volume Bid, berarti saham itu kemungkinan sedang dilanda aksi jual. Ketika volume Bid jauh melebihi volume Offer, berarti saham itu kemungkinan sedang mengalami kenaikan minat beli. Apabila volume Offer dan Bid hampir setara, maka itu merupakan peluang emas untuk beli.

Baca Juga:   Mengenal Apa itu Deposito

4. Jangan Order Saham-saham Berharga Di Bawah Rp100

Anda tentu telah mengenal istilah saham gocap, yakni saham-saham berharga Rp50 yang hampir mati di pasar reguler. Sudah lazim bagi trader saham untuk menghindari saham-saham ini. Namun, trader sebaiknya juga menghindari semua saham berharga kurang dari Rp100, bukan hanya saham gocap.

Mengapa? Pertama, perdagangan saham-saham ini lebih ramai di pasar negosiasi daripada pasar reguler, sehingga perubahan harganya kurang transparan. Kedua, saham-saham ini rentan spekulasi goreng-menggoreng oleh bandar. Apabila Anda telah mempelajari bandarmologi, maka saham-saham ini boleh diperhitungkan. Namun, jika masih awal dengan bandarmologi, maka sebaiknya dijauhi. Toh, masih banyak saham-saham potensial lain yang dapat dipilih dari papan bursa efek Indonesia.

Tagged With :

Leave a Comment