3 Tips Agar Eksekusi Trading Forex Lebih Akurat

Salah satu hal paling mengesalkan bagi trader forex adalah ketika ingin open posisi atau close posisi di suatu level harga, tapi malah meleset dan kemudian tereksekusi di level yang kurang menguntungkan. Trader pemula seringkali langsung menuding broker melakukan manupulasi. Faktanya, hal ini bisa terjadi secara alamiah karena volatilitas pasar terlalu tinggi maupun karena unsur rekayasa broker. Namun, tak usah khawatir. Apapun penyebabnya, semua itu bisa diminimalkan, sehingga eksekusi trading forex lebih akurat.

Cara Beli Saham Online Terpercaya

1. Pastikan Broker Memberi Jaminan Bebas Requote

Dua kejadian yang identik dengan eksekusi salah harga adalah Slippage dan Requote. Slippage mengacu pada harga yang tereksekusi begitu saja pada level berbeda, sedangkan requote biasanya muncul dalam bentuk kotak notifikasi yang meminta Anda memberi ijin agar platform mengeksekusi order di harga berbeda.

Requote merupakan salah satu ciri khas broker bandar. Sedangkan slippage dapat terjadi di broker mana saja. Asalkan slippage hanya terjadi saat volatilitas tinggi, maka hal itu bisa dianggap wajar. Jadi, penting sekali bagi Anda untuk memilih broker yang memberikan jaminan bebas requote. Untuk menyeleksi broker yang tidak merekayasa slippage sedikit lebih rumit, tetapi Anda tetap bisa melakukannya dengan membandingkan eksekusi di beberapa platform broker dalam kurun waktu yang sama.

2. Biasakan Memasang Stop Loss, Take Profit, atau Alarm Notifikasi

Ada trader yang mengatakan bahwa jika memasang Stop Loss (SL) dan Take Profit (TP), maka nanti akan memberi peluang bagi broker untuk merekayasa agar pergerakan harga tidak mencapai TP atau malah lebih cepat kena SL. Kedua skenario itu memang mungkin terjadi, walaupun tak semua broker melakukannya.

Jika Anda berurusan dengan broker bonafide, maka pasanglah SL dan TP seperti biasa, karena ini termasuk faktor yang membantu agar eksekusi trading forex lebih akurat. Namun, jika Anda termasuk pengguna broker-broker yang dikhawatirkan melakukan rekayasa SL dan TP, maka alternatif terbaik berikutnya adalah memasang alarm notifikasi. Mengapa? Karena Anda toh tidak mungkin memelototi platform trading 24 jam.

Baca Juga:   Cara Untung Dari Bisnis Forex Tanpa Trading

Tanpa instruksi otomatis apapun, Anda kemungkinan akan melewatkan level-level harga penting, sehingga gagal cut loss dan close posisi pada saat yang tepat. Jadi, pasanglah alarm notifikasi langsung pada platform Metatrader untuk android, maupun pada aplikasi trading seperti Investing dan Autochartist.

3. Perhitungkan Spread Sebelum Open Posisi

Dibandingkan rekayasa SL dan TP, lebih banyak broker forex mengutak-atik spread agar mendapatkan keuntungan lebih besar. Hal ini semestinya tidak merugikan Anda, jika hanya memasang Market Order (bukan Pending Order) dan sudah terbiasa memerhatikan besar spread sebelum memasang order. Awas, semakin besar spread, maka akan semakin sulit bagi Anda untuk mendapatkan keuntungan, karena jarak antara open posisi dengan harga saat ini juga akan makin jauh. Hal ini terutama harus diperhatikan saat menggunakan teknik Scalping dan News Trading.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar