3 Cara Menentukan Target Profit (TP) Dalam Trading Forex

Banyak trader forex pemula mengalami kesulitan untuk menentukan target profit (TP), sehingga keuntungan yang diperoleh tidak optimal. Apakah Anda termasuk salah satunya? Penyebab utama kesulitan ini adalah karena trader pemula belum berpengalaman dalam membuat dan menjalankan aturan target profit secara disiplin.

Tak jarang, trader pemula malah menggunakan firasat untuk menentukan kapan akan close posisi. Padahal, hal itu menimbulkan risiko terlambat ambil profit. Saat tersadar, posisi trading bisa-bisa telah berbalik merugi. Untuk menghindari “jurang” ini, sebaiknya Anda mempraktekkan tiga cara menentukan target profit berikut.

3 Cara Menentukan Target Profit Dalam Trading Forex

1. Metode 2 Persen

Berdasarkan metode ini, Anda menentukan persentase modal tertentu untuk ditransaksikan (biasanya 2 atau 3 persen). Umpama saldo Anda sebesar 100 USD, maka Anda akan open posisi dengan volume 2 atau 3 USD dalam satu waktu. Apabila mendapatkan keuntungan, posisi trading langsung di-close, sehingga profit dapat terakumulasi sedikit demi sedikit.

Metode ini memiliki kekurangan yang cukup fatal. Jika Anda ternyata mengalami kerugian beruntun, maka persentase saldo yang dapat dipergunakan untuk trading akan terus menerus menurun. Akibatnya, sulit sekali untuk bangkit dari kerugian tanpa melakukan injeksi modal tambahan.

2. Berdasarkan Pips

Ini bisa jadi cara paling sederhana untuk menentukan target profit dalam trading forex. Anda cukup menentukan berapa banyak pips yang ingin diperoleh, apakah 10 pips, 20 pips, 30 pips, dan seterusnya. Namun, cara ini juga mengandung risiko paling besar. Pertama, banyak orang menentukan target pips secara terlalu ambisius (bahkan sampai 1000 pips!). Kedua, pips mengaburkan nilai uang dari perolehan trading Anda.

Anda akan lebih mudah terhasut oleh emosi negatif seperti keserakahan dan ketakutan, karena keuntungan atau kerugian potensial tidak nampak dalam bentuk uang. Untuk menanggulanginya, cobalah alternatif menentukan target profit langsung dalam bentuk Dolar AS. Dalam platform trading Anda, ubah satuan dalam kolom profit/loss menjadi mata uang, sehingga Anda dapat lebih “sadar diri” untuk close posisi sesuai target yang realistis.

Baca Juga:   Daftar Broker Forex Dengan Layanan Zero Spread 0 Pip

3. Rasio Risk/Reward

Metode inilah yang paling banyak digunakan oleh day-trader. Anda dapat melakukannya pula dengan menentukan target profit dan risiko loss secara berimbang. Misalnya jika rasio Risk/Reward 1:2, berarti ketika Anda mempertaruhkan modal (risk) sebesar 5 USD dalam satu posisi trading, maka target profit (reward) ditetapkan sebesar 2 kali lipatnya, yaitu 10 USD. Akan tetapi, strategi ini hanya akan efektif jika Anda bisa berdisiplin mengikuti aturan yang telah ditentukan sejak awal.

Agar bisa menerapkan target profit secara disiplin, biasakanlah untuk mengisi kolom Take Profit (TP) saat open order atau segera setelah open order. Jangan melakukan open order sebelum memiliki gambaran mengenai kapan Anda akan close posisi setelah mengalami profit.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar