3 Syarat Untuk Average Down Dalam Investasi Saham

Average Down adalah tindakan membeli lagi suatu saham pada tingkat harga lebih murah, dengan tujuan untuk mengurangi rata-rata harga saham dalam portofolio kita. Average Down dalam investasi saham sering menjadi alternatif pilihan yang menarik bagi siapa saja yang menghadapi harga saham menurun karena berbagai sebab. Namun, Average Down sebenarnya bukan solusi bagi segala situasi. Saham Tajir yang Punya Utang Kecil Ada investor yang buru-buru melakukan Average Down, padahal harga saham baru turun sedikit pada awal tren bearish. Pada akhirnya, ia kehabisan persediaan modal untuk Average Down ketika harga saham menurun lebih lanjut. Ada juga investor yang melaksanakan Average Down pada saham gorengan. Pada akhirnya, harga saham justru turun terus sampai level gocap (Rp50). Walaupun harga rata-rata saham tersebut dalam portofolio sang investor sudah sangat rendah, tetapi ia telanjur menggelontorkan banyak uang untuk memborong saham yang tidak berkualitas. Beberapa ilustrasi di atas menggambarkan konsekuensi yang terjadi ketika Average Down tidak dilaksanakan dengan tepat. Masih banyak lagi masalah yang dapat timbul ketika Average Down terlaksana secara keliru, karena strategi ini sebenarnya membutuhkan kelihaian investor untuk mencapai kesuksesan -bukan sekedar asal beli lagi saham mana saja yang sedang turun-. Berikut ini beberapa syarat yang perlu terpenuhi sebelum melaksanakan Average Down pada saham apa pun:

  1. Pastikan penurunan harga saham bukan terjadi karena fundamentalnya buruk atau sedang diobral oleh bandar. Saham yang dapat di-Average-Down adalah saham-saham yang mengalami penurunan valuasi saham saja, tetapi fundamental sahamnya tetap baik.
  2. Pastikan harga saham telah turun hingga mencapai suatu level teknikal yang tepat untuk membeli. Contohnya harga saham telah mencapai level support (buy on weakness), atau saham baru saja “mantul” dari level support (buy on reversal).
  3. Pastikan Anda benar-benar memiliki dana yang memadai untuk melaksanakan Average Down. Banyak investor yang kurang perhitungan dalam melaksanakan Average Down, kemudian berupaya menambal kekurangan modalnya dengan dana hasil pinjaman. Padahal, imbal hasil akhir dari investasi saham ini kemungkinan tidak dapat mengimbangi bunga pinjaman. Daripada berinvestasi dengan dana pinjaman, lebih baik jika tidak melakukan Average Down saja.

Investor pemula umumnya mengalami kegagalan ketika baru melaksanakan Average Down. Selain karena kurang pengalaman, mereka juga belum memiliki tata kelola modal (money management) yang mapan. Apabila Anda gagal melaksanakan Average Down sekali atau dua kali, jangan pantang menyerah karena Anda bisa selalu bangkit kembali selama masih ada persediaan modal yang memadai. Pelajari trik-trik untuk strategi Average Down secara tepat hingga benar-benar mahir menerapkannya.

Tagged With :

Leave a Comment