3 Risiko Geopolitik yang Mengancam Harga Minyak Tahun 2019

Peperangan dan konflik geopolitik dikenal sebagai dua faktor yang dapat memengaruhi harga minyak secara signifikan. Dalam sejarah panjang minyak dunia, harga justru lebih sering naik atau turun karena faktor-faktor ini daripada sekedar data-data ekonomi. Dengan memerhatikan masalah tersebut, Anda para trader dan investor minyak perlu memperhatikan 3 risiko geopolitik terbesar dalam tahun 2019 ini.

 

1. Perang Dagang AS-China

Konflik perdagangan antara Amerika Serikat dan China dimulai sejak Presiden AS Donald Trump dilantik. Dengan dalih China melakukan banyak kecurangan dalam praktik dagangnya, Trump menaikkan tarif bagi produk-produk China yang diimpor AS dan memaksa Beijing untuk duduk dalam meja perundingan.

3 Risiko Geopolitik yang Mengancam Harga Minyak Tahun 2019

Perundingan tersebut belum juga mencapai kesepakatan akhir hingga awal kuartal II/2019 ini. Padahal, kenaikan harga barang impor telah mengakibatkan penurunan permintaan bagi China sekaligus menekan kantong perusahaan-perusahaan AS. Apabila situasi ini berkepanjangan, maka pertumbuhan ekonomi global bisa terhambat hingga mengakibatkan penurunan permintaan dunia atas bahan bakar minyak. Pada gilirannya, penurunan permintaan itu dapat berdampak negatif bagi harga minyak.

 

2. Konflik Nuklir Iran

Pada tahun 2015, Presiden AS Barack Obama berhasil menggalang sebuah kesepakatan bersama dengan sejumlah negara besar lainnya untuk menjamin Iran memangkas program nuklirnya. Namun, Presiden AS Donald Trump mangkir dari kesepakatan tersebut dan menerapkan kembali sanksi bagi Iran secara sepihak. Tak hanya itu, AS juga mengancam akan mengenakan sanksi bagi negara manapun yang berani bertransaksi dagang dengan Iran.

Merespons tindakan AS tersebut, negara-negara lain yang terlibat dalam kesepakatan tersebut protes, tetapi tak melakukan tindakan konkrit apapun. Akibatnya, Iran baru-baru ini mengancam akan menggalakkan kembali program nuklirnya. Eskalasi konflik ini bisa menjatuhkan maupun melanjutkan harga minyak, tergantung pada bagaimana reaksi berbagai negara lain untuk merespons ancaman Iran.

Baca Juga:   Daftar Emiten yang Sering Membagikan Dividen

 

3. Krisis Venezuela

Venezuela telah dilanda hiperinflasi dan masalah utang sejak jatuhnya harga minyak pada tahun 2014, tetapi resesi memuncak sejak akhir tahun lalu. Krisis ekonomi di negeri ini berbelit dengan konflik politik yang meletus menjadi pemberontakan pihak oposisi terhadap pemerintahan Presiden Nicolas Maduro pada bulan Mei 2019. Padahal, Venezuela merupakan salah satu negara produsen minyak top.

Seiring dengan bergolaknya krisis Venezuela, negeri ini terpaksa menghentikan sebagian besar aktivitas ekspor minyaknya. Namun, apabila kelompok oposisi yang didukung AS berhasil menumbangkan Maduro, maka dapat dipastikan kalau suplai minyak Venezuela bakal menjulang lagi. Dari aspek inilah, krisis Venezuela dapat memengaruhi harga minyak dunia tahun 2019.

 

Nah, sudahkah Anda memantau perkembangan ketiga risiko geopolitik ini? Seorang investor yang baik tentu akan meninjau semua aspek fundamental yang memengaruhi aset dalam portofolionya dengan hati-hati. Jadi, jangan lupa menilik berita-berita tentang ketiga topik ini, jika Anda ingin atau sedang memperdagangkan komoditi  minyak bumi.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar