3 Katalis Utama Dolar AS Pekan Ini

Ada tiga hal yang menjadi katalis utama dalam pergerakan Dolar AS pekan ini. Menurut analisis BKAsset Management yang mengutip dari DailyFX, penurunan Dolar AS masih berlanjut dalam beberapa waktu ke depan, di bawah pengaruh dari beberapa faktor berikut ini:

Kebijakan Moneter The Fed

Beberapa waktu lalu, Ketua The Fed Jerome Powell masih mengindikasikan Outlook ekonomi yang tak pasti. Semenjak saat itu, Outlook memang semakin memburuk meski ada kenaikan dalam data. Kongres pun sampai saat ini belum bisa menyepakati kebijakan apapun untuk menanggulangi dampak pandemi pada ekonomi AS.

Dua ancaman terbesar pada ekonomi AS, yakni penyebaran virus Corona dan keputusan kebijakan fiskal adalah dua hal yang di luar kendali The Fed. Oleh karena itu, Dolar AS akan bergantung pada sentimen yang akan disinyalkan oleh Ketua The Fed. Pertanyaan terbesar pasar adalah pada kemungkinan suku bunga negatif. Tim analis DailyFX memperkirakan bahwa Dolar AS tetap akan bearish setelah pengumuman hasil FOMC.

Ekstra Tunjangan USD600 Habis Masa Berlaku

Para pengangguran di AS akan kehilangan $600 ekstra yang diberikan sebagai tunjangan sejak pandemi menyebar. Dampak dari pengurangan tunjangan itu tak hanya akan dirasakan oleh rumah tangga saja, tapi juga akan merembet pada penjualan retail karena menurunnya pendapatan masyarakat.

Hal ini membangkitkan kekhawatiran akan kegagalan pemulihan ekonomi yang baru saja dimulai. Akibatnya, mata uang AS pun dinilai tidak menjanjikan. Ada wacana bahwa tunjangan ekstra tersebut tak akan dihilangkan sepenuhnya, melainkan hanya dikurangi menjadi $200 saja. Negosiasi untuk wacana tersebut masih dijadwalkan.

Kontraksi Pertumbuhan Ekonomi AS

Dolar AS akan terpengaruh pula oleh data Gross Domestics Product (GDP) AS kuartal kedua yang akan dirilis pekan ini. Sebelumnya, kebijakan Lockdown yang diimplementasikan pemerintah hingga akhir kuartal pertama lalu, sudah membuat GDP AS terkontraksi sampai 5 persen. Memasuki kuartal kedua, hampir semua negara bagian di AS ditutup. Oleh karena itu, ekonom mengekspektasikan pertmbuhan ekonomi dapat terkontraksi sampai -35 persen. Namun, kendati nantinya GDP AS lebih baik daripada ekspektasi, Dolar AS tetap tak akan berdaya menghadapi mata uang-mata uang berbeta tinggi seperti Euro.

Baca Juga:   Kurs Dollar Hari Ini - Selasa, 09 Juni 2020

Leave a Comment