3 Jenis Biaya Atas Investasi Reksadana Anda

Investasi reksadana merupakan salah satu favorit milenial jaman now, karena bisa dilakukan secara online, imbal hasilnya relatif tinggi, dan risikonya terkendali. Namun, dalam berinvestasi reksadana, ada tiga jenis biaya yang harus diketahui sejak awal, agar Anda tidak melakukan blunder hingga merubah untung menjadi buntung.

Ketiga jenis biaya ini adalah Subscription Fee, Redemption Fee, dan Switching Fee. Berikut ulasan selengkapnya.

3 Jenis Biaya Investasi Reksadana

 

1. Subscription Fee (Biaya Pembelian)

Sesuai namanya, biaya ini dikenakan saat Anda membeli unit penyertaan sebuah produk reksadana. Biasanya, besarannya berkisar antara 0 hingga 5 persen. Namun, ada pula manajer investasi yang menggratiskan biaya pembelian pada tipe reksadana pasar uang.

 

2. Redemption Fee (Biaya Penjualan)

Biaya penjualan dikenakan saat Anda ingin melepas produk reksadana yang telah dibeli. Besarannya bervariasi, tetapi umumnya manajer investasi menentukan biaya penjualan yang lebih besar bagi investor yang baru menanamkan dana dalam waktu lebih singkat. Bahkan, ada juga manajer investasi yang secara tegas menetapkan Redemption Fee sangat tinggi bila reksadana ingin dilepas dalam tempo kurang dari satu tahun.

Sebaliknya, biaya penjualan bisa saja digratiskan oleh manajer investasi apabila sudah dipertahankan dalam kurun waktu lebih lama. Ketentuan semacam ini dimaksudkan agar investor termotivasi untuk menanamkan dana dalam jangka panjang.

 

3. Switching Fee (Biaya Pengalihan)

Biaya pengalihan harus dibayar apabila Anda ingin mengganti produk reksadana yang sudah dibeli dengan produk reksadana berbeda di bawah naungan manajer investasi yang sama. Tak ada kisaran resmi mengenai besar biaya pengalihan. Ada manajer investasi yang memperbolehkan investor melakukan switching gratis hingga beberapa kali. Ada juga yang memperbolehkan investor melakukan negosiasi mengenai berapa besar fee yang harus dibayar.

Nah, dengan adanya ketiga biaya atas investasi reksadana ini, Anda perlu memperhitungkan baik-baik: apakah biaya yang harus dibayar pada Manajer Investasi Anda seimbang atau tidak dengan prospek keuntungan reksadana yang akan dibeli? Meskipun biasanya berjumlah kecil, tetapi faktor ini dapat menentukan besar imbal hasil yang Anda kantongi. Jangan sampai terjadi, Anda melakukan switching berulangkali hingga sebagian keuntungan investasi reksadana malah lenyap untuk membayar fee saja.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar