10 Ciri-ciri Saham yang Harganya akan Meningkat

Kita dapat memperoleh keuntungan dari bursa efek, jika harga saham yang dibeli terus meningkat dan emiten membagikan dividen secara rutin. Semua orang tentu tahu hal ini. Pertanyaannya, bagaimana kita bisa mengetahui saham mana yang harganya akan meningkat? Jawaban yang sederhana bisa jadi “lakukan saja analisis fundamental dan teknikal”. Namun, jawaban itu bisa jadi kurang jelas untuk pemula. Oleh karena itu, artikel ini memaparkan beberapa karakter saham yang mengisyaratkan bahwa harganya akan meningkat di masa depan.

3 Pakar Saham Terpopuler Indonesia Masa Kini

  1. EPS (Earning per Share) dan jumlah dividen: Emiten terbaik harus selalu menunjukkan tren kenaikan pendapatan (EPS) dan suka menginvestasikan kembali pendapatannya untuk mengembangkan perusahaan, bukan hanya rutin bagi-bagi dividen setiap tahun.
  2. PE Ratio (Price/Earning Ratio) dibandingkan dengan emiten lain dalam sektor yang sama: Emiten terbaik memiliki PE Ratio lebih rendah ketimbang para pesaing yang menggarap industri serupa.
  3. Dividend Yield (persentase dividen dibandingkan harga per lembar saham): Emiten terbaik mampu menampilkan peningkatan pendapatan sekaligus peningkatan Dividend Yield dari waktu ke waktu.
  4. PBV (Book Value): Emiten yang memiliki potensi jangka panjang bagus akan memiliki PBV yang selisihnya tak terlalu besar dibandingkan rata-rata PBV emiten lain dalam sektor yang sama.
  5. ROE (Return on Equity): Harga saham yang terus meningkat umumnya terjadi pada emiten-emiten yang mampu mempertahankan ROE tinggi secara konsisten.
  6. DER (Debt/Equity Ratio): Indikator ini menunjukkan seberapa besar beban utang emiten, sehingga semakin rendah maka semakin baik. Rasio utang emiten sebaiknya tak lebih dari 35 persen ekuitas pemegang saham.
  7. Beta: Beta Saham menunjukkan seberapa besar volatilitas harga saham dibandingkan volatilitas bursa secara keseluruhan. Semakin tinggi beta, maka saham semakin rentan terpengaruh oleh fluktuasi bursa secara umum.
  8. Sektor Industri: Tengoklah sektor industri apa yang sedang atau diperkirakan akan booming. Harga saham dalam industri tersebut kemungkinan besar akan meningkat seiring dengan laris manisnya bisnis emiten.
  9. Market Leader: Sekali lagi, tengok perusahaan apa saja dalam satu sektor yang telah melantai di bursa. Harga saham Market Leader diantara perusahaan-perusahaan tersebut memiliki prospek kenaikan paling tinggi.
  10. Belanja Perusahaan: Perhatikanlah rencana bisnis emiten ke depan. Apakah mereka memiliki rencana ekspansi, riset, atau sejenisnya? Ataukah sebagian besar pengeluaran mereka ditujukan untuk pembayaran utang semata? Harga saham perusahaan akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan perusahaan tersebut. Jadi, perusahaan-perusahaan yang mampu berinvestasi untuk riset dan ekspansi bisnis akan memiliki potensi terbaik.

Kesepuluh informasi tersebut dapat Anda temukan dengan mudah. Antara lain dari laporan keuangan yang dipublikasikan oleh perusahaan secara berkala dan berita-berita di media massa. Laporan keuangan dapat diunduh langsung di situs web perusahaan atau situs web Bursa Efek Indonesia.

Satu hal yang perlu digarisbawahi, ciri-ciri ini hanya merupakan isyarat awal yang bersifat prediktif. Ciri-ciri ini akan membantu Anda menyeleksi saham-saham unggulan. Namun tak ada seorang pun yang dapat memprediksi masa depan secara akurat, sehingga keberadaan semua ciri-ciri ini dalam suatu saham tidak lantas menjamin harganya pasti bakal meningkat. Anda tetap harus selalu siap untuk cut loss seandainya terjadi insiden tak terduga dalam perusahaan emiten, atau arah pergerakan harga saham berlawanan dengan perkiraan awal.

Tagged With :

Leave a Comment