Yellen Siap Ambil Kebijakan Tambahan Stabilkan Bank, Wall Street Ditutup Menguat

Pada perdagangan hari Kamis (23/3), indeks bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street ditutup menguat. Sebab, pelaku pasar diyakinkan oleh jaminan Menteri Keuangan AS Janet Yellen bahwa langkah-langkah akan diambil untuk menjaga simpanan orang Amerika tetap aman.

Mengutip Reuters, Jumat (24/3), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 75,14 poin, atau 0,23 persen menjadi 32.105,25, S&P 500 (.SPX) naik 11,75 poin, atau 0,30 persen menjadi 3.948,72 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 117,44 poin, atau 1,01 persen menjadi 11.787,40.

Volume di bursa AS adalah 12,35 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 12,80 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Wall street dipengaruhi sentimen dari Menteri Keuangan AS, Janet Yellen yang mengatakan, tidak menutup kemungkinan bagi pemerintah untuk melakukan tindakan darurat dalam mendukung bank, jika diperlukan.

Yellen menyebut, tindakan darurat federal yang digunakan untuk mendukung Silicon Valley Bank yang bangkrut dan nasabah Signature Bank dapat digunakan lagi jika perlu.

“Kami telah menggunakan alat penting untuk bertindak cepat untuk mencegah penularan. Dan itu adalah alat yang bisa kami gunakan lagi,” katanya seperti dikutip Reuters.

Di mana hal itu merupakan tindakan yang kuat untuk memastikan kembali bahwa simpanan orang Amerika aman. “Tentu saja, kami akan siap untuk mengambil tindakan tambahan jika diperlukan,” tambah Yellen.

Belum lagi, bank sentral The Fed telah memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin (bps), Rabu (22/3). Ini mengisyaratkan untuk kembali mengetatkan inflasi hingga akhir tahun.

Pasalnya, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan, pemotongan suku bunga tidak masuk dalam ‘kasus dasar’ di sisa tahun 2023.

Di mana, kenaikan suku bunga oleh bank sentral tak hanya The Fed tapi juga di seluruh dunia telah menekan sektor perbankan , yang terlihat dari kegagalan SVB Financial Group (SIVB.O) dan Signature Bank (SBNY.O) baru-baru ini.

 

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Jumat (24/3). Pada perdagangan Selasa (21/3), IHSG menguat 79,121 poin (1,2 persen) ke level 6.691,211.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya memperkirakan IHSG berada di rentang 6.598 – 6732. Potensi kenaikan dalam pola gerak IHSG secara jangka panjang masih cukup besar.

“Akhir pekan dalam pekan pendek yang juga merupakan awal dimulainya ibadah puasa, perjalanan kenaikan IHSG terlihat masih bersifat teknikal rebound. Kenaikan masih mungkin dapat terjadi mengingat IHSG terlihat cukup kuat menjaga support level terdekatnya,” kata William dalam risetnya, Jumat (24/3).

Apabila terjadi koreksi minor pada IHSG, lanjut William, maka momentum masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian mengingat minat investor yang terlihat dari data capital inflow secara year to date masih cukup tinggi.

Sementara itu, tim riset MNC Sekuritas memproyeksi support IHSG di posisi 6.542 dan 6.509, dan resistance pada posisi 6.695 dan 6.731.

“Diperkirakan saat ini posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave c dari wave (v) dari wave [c] dari wave B pada label hitam, di mana hal tersebut berarti IHSG berada pada uptrend jangka pendeknya untuk menguji rentang 6.693-6.731,” tulis tim MNC Sekuritas.

Pada label merah, posisi IHSG ini sedang membentuk wave (y) dari wave [c] dan akan menguat membentuk wave ke rentang 6.731-6.960 pada triangle pattern-nya.

Tim MNC Sekuritas merekomendasikan sederet saham, yaitu BBKP, BRMS, KLBF dan MEDC.

  1. BBKP – Buy on Weakness

Buy on Weakness: 102-104

Target Price: 116, 126

Stop loss: below 100

  1. BRMS – Buy on Weakness

Buy on Weakness: 153-157

Target Price: 170, 184

Stop loss: below 147

  1. KLBF – Spec Buy

Spec Buy: 2.160-2.190

Target Price: 2.230, 2.310

Stop loss: below 2.110

  1. MEDC – Buy on Weakness

Buy on Weakness: 760-845

Target Price: 1.015, 1.095

Stop loss: below 645

 

Leave a Comment