Waspadai 3 Modus Penipuan Forex Ini Agar Terhindar Dari Kebangkrutan

Aneka rumor buruk terkait trading forex terutama disebabkan karena oknum yang mengatasnamakan forex untuk mencuri uang para trader pemula. Padahal, sejak dahulu hingga kini, modus penipuan forex tidak mengalami banyak perubahan, alias ‘hanya begitu-begitu saja’. Tapi, mengapa para pemula tetap saja terjebak? Itu karena mereka belum mengenal modus penipuan forex yang lazim terjadi, sehingga tak memahami hal apa saja yang perlu diwaspadai dan dihindari.

Nah, agar Anda tak menjadi korban berikutnya, waspadai tiga modus penipuan forex paling yang paling umum terjadi berikut: Pertama, tawaran men-trading-kan dana Anda. Kedua, perusahaan ilegal mencatut nama broker atau regulator resmi. Ketiga, tawaran robot trading yang kinerjanya tidak jelas. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Tips Latihan Trading Forex Pada Akun Demo

 

1. Tawaran Men-trading-kan Dana Anda

Pernahkah ada orang yang menawarkan jasa untuk memperdagangkan dana Anda di pasar forex? Ia mungkin menceritakan betapa tinggi profitabilitasnya, membangga-banggakan beberapa kliennya yang telah merubah nasib hanya dengan menitipkan dana kepadanya, atau menjamin perolehan keuntungan sekian puluh persen per bulan.

Trader pemula seringkali tertarik pada pepesan kosong semacam itu karena mereka belum memahami tingginya unsur ketidakpastian di pasar forex. Faktanya, trader profesional paling mumpuni sedunia seperti George Soros sekalipun tidak bisa menjamin kalau aktivitas trading-nya pasti profit. Dari perspektif ini saja, sudah dapat disimpulkan: tawaran semacam itu termasuk modus penipuan.

 

2. Perusahaan Ilegal

Modus penipuan forex yang satu ini baru naik daun sejak sekitar tahun 2015-an seiring dengan makin populernya bisnis investasi online. Trik-nya sederhana, tetapi dapat menipu siapa saja yang kurang teliti, termasuk trader profesional.

Biasanya, perusahaan ilegal itu membuat website atau mendirikan kantor ala kadarnya. Setelah itu, mereka mencantumkan nama suatu broker terkenal pada website-nya, atau melampirkan kata “teregulasi” oleh badan pemerintah tertentu yang kredibilitasnya tinggi. Padahal, mereka tak benar-benar berafiliasi dengan broker terkenal tadi, dan tidak pernah mendapatkan ijin resmi dari lembaga manapun.

Agar terhindar dari jebakan modus ini, Anda perlu selalu berhati-hati saat menemukan sebuah website yang namanya tidak familiar. Cobalah mengonfirmasi dahulu ke broker atau lembaga yang disebutkan dalam website tersebut, sebelum mempercayakan dana Anda kepada perusahaan pengelola website itu.

 

3. Robot Trading Berkinerja Buruk

Apakah Anda terlalu sibuk untuk trading forex sendiri, lalu ingin memanfaatkan jasa robot trading? Banyak orang yang berpikir demikian, lalu asal membeli robot yang menjanjikan keuntungan tertinggi di internet, dan kemudian berakhir dengan kebangkrutan.

Memanfaatkan robot trading forex itu sebenarnya sah-sah saja. Robot trading yang bonafide pun beraneka ragamnya. Namun, sebelum membeli jasa robot, Anda harus memeriksa kinerjanya dulu. Pastikan bahwa kinerja robot itu riil, bukan sekedar gambar berformat jpg atau png yang mudah dipoles dengan Photoshop. Mintalah bukti rekam jejak aktual histori trading seperti nampak di MyFXBook, FXBlue, dan ForexFactory. Pembuat robot yang kredibel tentu tak keberatan untuk menunjukkannya.

Demikianlah 3 modus penipuan forex yang patut Anda waspadai. Dari uraian ini, tentunya Anda sudah punya bayangan mengenai bagaimana cara menghindarinya. Semoga bermanfaat.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar