Ini penjelasan mengenai potensi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (24/6), serta faktor-faktor yang memengaruhinya:
IHSG Berpotensi Lanjutkan Pelemahan pada 24 Juni 2025
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan pelemahan pada perdagangan Selasa, 24 Juni 2025. Sebelumnya, IHSG telah ditutup melemah sebesar 1,74% ke level 6.787,14 pada Senin, 23 Juni 2025.
Analisis Teknikal
- Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguji level support 6.700. Meskipun indikator Stochastic RSI berada di area oversold dan berpotensi golden cross, indikator MACD dengan negative slope yang melebar menunjukkan adanya tekanan jual yang masih kuat.
- MNC Sekuritas juga memproyeksikan IHSG masih rawan melanjutkan koreksi. Mereka melihat IHSG berada pada bagian dari wave [b] dari wave B, dengan potensi koreksi berlanjut di rentang 6.561-6.721.
Faktor-faktor yang Membebani IHSG
- Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah: Kekhawatiran pasar terhadap dampak eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran, dapat memicu kenaikan signifikan harga minyak mentah dan gas. Hal ini dikhawatirkan dapat memengaruhi ekonomi domestik.
- Kenaikan Harga Minyak Mentah: Peningkatan harga minyak mentah secara global akan berdampak pada biaya produksi dan inflasi di dalam negeri.
- Daya Beli Masyarakat yang Melemah: Pelemahan daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor domestik yang turut membebani kinerja ekonomi.
- Perang Tarif: Ketidakpastian terkait perang tarif perdagangan global juga memberikan sentimen negatif bagi pasar.
- Koreksi Saham Ex-Dividend: Beberapa saham yang telah memasuki ex-date dividend mengalami koreksi harga, yang secara agregat memberikan tekanan pada indeks.
Kondisi Pasar Global
- Indeks Bursa Asia: Pada 23 Juni 2025, indeks bursa Asia ditutup bervariasi. Awalnya ada kekhawatiran reaksi Iran terhadap serangan AS, namun meredanya kekhawatiran perang meluas karena dorongan Tiongkok dan Rusia untuk gencatan senjata di PBB sedikit meredakan ketegangan.
- Data Ekonomi Global (23-24 Juni 2025):
- Jepang: Data Jibun Bank Manufacturing PMI Flash Juni 2025 naik menjadi 50,4 (dari 49,4 di Mei 2025) dan Services PMI Flash Juni 2025 membaik ke 51,5 (dari 51 di Mei 2025).
- Eropa: Bursa saham Eropa rata-rata dibuka menguat, didorong oleh data PMI Juni yang membaik.
- Jerman: HCOB Manufacturing PMI Flash Juni 2025 naik ke 49 (dari 48,3 di Mei 2025).
- Inggris: S&P Global Manufacturing PMI Flash Juni 2025 naik ke 47,7 (dari 46,4 di Mei 2025), dan Services PMI Flash Juni 2025 naik ke 51,3 (dari 50,9 di Mei 2025).
- Amerika Serikat: Pasar akan menantikan testimoni Chairman The Fed pada 24 Juni 2025, yang berpotensi memberikan petunjuk arah kebijakan moneter AS.
Saham yang Perlu Diperhatikan
Berdasarkan rekomendasi analis, beberapa saham yang dapat diperhatikan di tengah kondisi pasar saat ini meliputi:
- Phintraco Sekuritas: MEDC, PSAB, PGAS, RAJA, dan LSIP.
- MNC Sekuritas: GOTO, MEDC, MYOR, dan BTPS.
Penting: Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda sebagai pembaca. Informasi ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu.