Wall Street Tertinggi dalam Sebulan Terakhir karena Imbal Hasil Obligasi Berkurang

Karena imbal hasil obligasi berkurang, Indeks saham Amerika Serikat (AS) Wall Street mencapai titik tertinggi dalam sebulan, dengan investor mengabaikan pernyataan hawkish yang dibuat pejabat Federal Reserve pada Rabu waktu setempat.

Mengutip Reuters, Kamis (8/9), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 435,98 poin (1,4 persen) menjadi 31.581,28. S&P 500 (.SPX) naik 71,68 poin (1,83 persen) ke 3.979,87, serta Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 246,99 poin, atau 2,14 persen menjadi 11.791,90.

Ketiga indeks saham ini terakhir mencapai lonjakan lebih tinggi secara persentase pada 10 Agustus lalu, meskipun investor meragukan ini adalah tren jangka panjang.

Nasdaq memimpin kenaikan di antara indeks utama, menghentikan penurunan tujuh sesi beruntun. Saham AS dijual tajam sejak pertengahan Agustus, setelah komentar hawkish dari Ketua Fed Jerome Powell, diperparah tanda perlambatan ekonomi di Eropa dan China, serta langkah agresif bank sentral utama menekan inflasi.

Imbal hasil Treasury 10 tahun tergelincir dari titik tertinggi selama tiga bulan di awal sesi, mendorong saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga seperti Tesla Inc, Microsoft Corp dan Amazon.com Inc.

Data ekonomi AS memberi sinyal bagi para pedagang untuk bertaruh pada kenaikan suku bunga 75 basis poin oleh The Fed akhir bulan September. Fed Fud Futures menyiratkan investor menilai peluang lebih dari 76 persen.

Perusahaan dengan pertumbuhan tinggi seperti sektor teknologi cenderung diuntungkan apabila yield turun, artinya tingkat diskonto yang lebih rendah atas keuntungan masa depan mereka ketika investor menghitung valuasi.

Investor mencari tanda-tanda kenaikan suku bunga Federal Reserve akan terungkap untuk menekan inflasi yang melonjak sebelum pertemuan berikutnya akhir September.

“Kinerja pasar obligasi memberi pasar saham dampak baik, tetapi masih muncul kekhawatiran tanggal 21 September. Kami melihat Tarik ulur setiap hari,” ujar Chief Investment Officer Northwestern Mutual Wealth Management Company, Brent Schutte.

Kinerja saham juga mengabaikan komentar hawkish Federal Reserve sebelumnya pada hari Rabu. Presiden Federal Reserve Bank Cleveland Loretta Mester mengatakan tingginya biaya akomodasi sewa AS belum sepenuhnya disaring melalui langkah-langkah inflasi, menunjukkan inflasi masih dapat meningkat lebih lanjut.

 

Leave a Comment