Penurunan Wall Street pada Rabu (30/7) terjadi setelah Jerome Powell, Ketua Federal Reserve (The Fed), memberikan komentar yang mendinginkan ekspektasi pasar akan pemangkasan suku bunga pada September mendatang. Meskipun The Fed menahan suku bunga sesuai prediksi, sentimen pasar berubah drastis setelah Powell menyatakan bahwa terlalu dini untuk memastikan pemangkasan suku bunga di pertemuan berikutnya.
Berikut adalah poin-poin penting dari laporan tersebut:
Pergerakan Indeks Saham
- Dow Jones turun 171,71 poin (0,38%) menjadi 44.461,28.
- S&P 500 melemah tipis 7,96 poin (0,12%) ke posisi 6.362,90. Indeks ini sempat menguat 0,4% sebelum akhirnya terkikis.
- Nasdaq Composite justru naik tipis 31,38 poin (0,15%) ke 21.129,67.
Pernyataan The Fed dan Respons Pasar
- The Fed menahan suku bunga sesuai prediksi pasar.
- Bank sentral menyoroti kondisi pasar tenaga kerja yang solid dan inflasi yang tetap tinggi.
- Dua gubernur The Fed memiliki pendapat berbeda dalam keputusan tersebut, menunjukkan adanya perdebatan internal.
- Pasar sempat menguat setelah rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal II yang lebih tinggi dari perkiraan. Namun, laporan detail menunjukkan tanda-tanda pelemahan ekonomi di balik angka utama.
- Komentar Powell bahwa “kebijakan saat ini cukup ketat tapi belum menghambat ekonomi” meredam ekspektasi pemangkasan suku bunga.
- Probabilitas pemangkasan suku bunga pada September, yang sempat menyentuh 68%, turun di bawah 50% setelah komentar Powell. Analis menilai pasar masih gamang membaca arah kebijakan suku bunga ke depan.
Data Ekonomi dan Ketenagakerjaan
- Data ketenagakerjaan dari ADP menunjukkan sektor swasta menambah 104.000 pekerjaan pada Juli, lebih tinggi dari proyeksi 75.000. Ini menjadi salah satu data penting menjelang rilis data resmi pemerintah.
Musim Laporan Keuangan Perusahaan
- Musim laporan keuangan secara umum membantu menopang pasar saham.
- Raksasa teknologi seperti Microsoft dan Meta mencatatkan lonjakan saham lebih dari 6% setelah merilis laporan keuangan positif. Investor menanti giliran Amazon dan Apple.
- Teradyne melonjak 18,9% setelah kinerja kuartalan yang kuat.
- Perusahaan consumer goods juga menunjukkan ketahanan daya beli masyarakat, seperti Starbucks (penjualan di atas ekspektasi), Hershey (hasil melampaui perkiraan), dan VF Corp (pendapatan solid).
Dampak Kebijakan Perdagangan
- Presiden Donald Trump menyatakan AS akan mengenakan tarif 50% untuk pipa dan kabel tembaga. Meskipun tidak mencakup bijih, konsentrat, dan katoda, kebijakan ini tetap memberikan tekanan pada sektor material.
- Sektor material dalam S&P 500 turun 2%, dengan Freeport-McMoRan anjlok 9,5%.
Rasio Saham Menguat vs. Melemah
- Di NYSE, jumlah saham yang melemah mengalahkan yang menguat dengan rasio 2,52 banding 1.
- Di Nasdaq, jumlah saham naik mengungguli yang turun dengan rasio 2,05 banding 1.
Secara keseluruhan, meskipun ada dukungan dari musim laporan keuangan yang kuat, kekhawatiran terkait kebijakan suku bunga The Fed dan kebijakan tarif baru menekan performa Wall Street. Komentar Jerome Powell menjadi faktor utama yang mengubah sentimen pasar dan meredam optimisme pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.