Penurunan Indeks utama saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, pada penutupan perdagangan Selasa (21/5) disebabkan oleh beberapa faktor utama, yang semuanya berpusat pada kekhawatiran seputar utang negara AS dan kebijakan fiskal.
Faktor-faktor Penyebab Penurunan Wall Street
Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab anjloknya Wall Street:
- Peningkatan Imbal Hasil Treasury: Salah satu pemicu utama adalah kenaikan imbal hasil Treasury. Imbal hasil Treasury yang lebih tinggi seringkali menandakan bahwa investor menuntut pengembalian yang lebih besar untuk memegang utang pemerintah AS, yang dapat diartikan sebagai kekhawatiran terhadap kesehatan keuangan negara.
- Profil Utang Negara AS: Kekhawatiran terhadap utang negara AS yang membengkak menjadi fokus utama. Utang pemerintah federal diperkirakan akan bertambah signifikan jika RUU pajak yang diusulkan oleh Presiden Donald Trump lolos. Lembaga pemeringkat besar seperti Moody’s, Fitch, dan S&P Global Ratings bahkan telah menurunkan peringkat kredit negara AS karena profil utangnya.
- Penolakan RUU Pajak Trump: RUU pajak yang diajukan oleh Presiden Donald Trump menghadapi penolakan besar-besaran dari anggota Partai Republik sendiri. RUU ini diperkirakan akan menambah $3 triliun-$5 triliun ke utang pemerintah federal yang saat itu sebesar $36,2 triliun. Ketidakpastian politik ini menciptakan sentimen negatif di pasar.
- Komentar Pejabat Federal Reserve: Investor juga mencermati komentar prospek kebijakan moneter dari beberapa pejabat Federal Reserve, termasuk Presiden Fed St. Louis Alberto Musalem. Pasar memperkirakan setidaknya dua pemotongan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada akhir tahun 2025, dengan yang pertama diperkirakan pada bulan September. Perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed dapat mempengaruhi pergerakan pasar saham.
- Penurunan Sektor-sektor Tertentu: Delapan dari sebelas sektor S&P 500 mengalami penurunan, dipimpin oleh kerugian di sektor energi, layanan komunikasi, dan saham diskresioner konsumen. Meskipun begitu, sektor utilitas, perawatan kesehatan, dan ekuitas pokok konsumen justru mencatat keuntungan, menunjukkan adanya rotasi di antara sektor-sektor.
- Kinerja Saham Individual: Beberapa saham kelas berat teknologi seperti Nvidia (NVDA.O) juga jatuh menjelang laporan pendapatan kuartalan mereka. Sementara itu, Home Depot (HD.N) turun meskipun melaporkan penjualan kuartal pertama yang mengalahkan perkiraan, dan Tesla (TSLA.O) naik tipis setelah komentar Elon Musk tentang komitmennya sebagai CEO.
Kondisi Pasar Secara Umum
Indeks acuan S&P 500 mengakhiri enam sesi kenaikan berturut-turut. Dow Jones mematahkan tiga sesi kenaikan berturut-turut, dan Nasdaq jatuh setelah dua sesi kemenangan beruntun. Volume perdagangan di bursa AS adalah 16,14 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata 20 hari perdagangan terakhir.
Secara keseluruhan, penurunan Wall Street pada 21 Mei didorong oleh kombinasi kekhawatiran makroekonomi terkait utang AS, ketidakpastian kebijakan fiskal, dan ekspektasi terhadap kebijakan moneter Federal Reserve, yang semuanya menekan sentimen investor.