Pada perdagangan Kamis (12/1/2023), indeks saham utama Amerika Serikat (AS), Wall Street menguat. Hal ini disebabkan penurunan harga konsumen di AS pada Desember 2022 yang mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga tidak lagi dilakukan secara agresif.
Mengutip Reuters, Jumat (13/1), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 251,07 poin atau 0,74 persen menjadi 34.224,08, S&P 500 (.SPX) naik 19,89 poin atau 0,50 persen menjadi 3.989,5 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 72,55 poin atau 0,66 persen menjadi 11.004,22.
Laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan harga konsumen AS tumbuh 6,5 persen secara tahunan di bulan Desember 2022. Meskipun ini merupakan kenaikan terkecil sejak Oktober 2021 dan mengikuti kenaikan 7,1 persen di bulan November, angka inflasi utama tetap di atas target 2 persen The Fed.
“Laporan tersebut menegaskan bahwa inflasi berada dalam tren menurun dan telah berbalik arah,” kata Kepala Ekonom Pasar Spartan Capital Securities, Peter Cardillo di New York.
Beberapa ahli strategi mengatakan perlambatan inflasi AS bulan lalu dapat membuka jalan bagi The Fed untuk menurunkan harga konsumen, tanpa merusak pertumbuhan ekonomi dengan menaikkan suku bunga secara agresif.
The Fed menaikkan suku bunga utama sebesar 50 basis poin pada Desember, setelah empat kenaikan 75 bps berturut-turut. Kondisi ini mengindikasikan periode kenaikan suku bunga yang berkepanjangan hingga di atas 5 persen pada tahun 2023.
DIPREDIKSI MENGUAT
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (13/1). Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 45,481 poin (0,69 persen) ke level 6.629,934.
Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, memperkirakan indeks saham melanjutkan rebound ke kisaran 6.680, support di 6.600 dan resistance di 6.740.
“IHSG menutup gap ke 6.620 dan membentuk morning star doji di Kamis. Hal tersebut mengindikasikan potensi rebound lanjutan ke kisaran 6.680 di Jumat,” tulis Alrich dalam risetnya, Jumat (13/1).
Alrich menambahkan, potensi rebound diperkuat dengan terbentuknya golden cross pada Stochastic RSI di oversold area.
Pembalikan sentimen berasal dari penurunan inflasi di AS pada Desember 2022. Berlanjutnya tren penurunan inflasi tersebut membangun ekspektasi penyesuaian arah kebijakan The Fed menjadi less agressive dari clue yang disampaikan dalam FOMC Desember 2022 lalu.
“Masih dari eksternal, ekspektasi pemulihan permintaan dari Asia Timur, khususnya Tiongkok juga membaik seiring reopening dan pelonggaran restriksi COVID-19,” katanya.
Dari dalam negeri, aktivitas ekonomi dinilai masih cukup kuat meski dibayangi isu resesi global. Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Indonesia naik ke 119,9 di Desember dan penjualan ritel tumbuh 1,3 persen yoy di November 2022.
Sementara itu Analis Bina Artha Sekuritas, Ivan Rosanova, mengatakan IHSG berada di awal dari pembalikan tren selama masih berada di atas 6.558, dan akan menguji resisten krusial di 6.727 untuk mengkonfirmasi bahwa tren naik akan berlangsung lebih lama.
“Level support IHSG berada di 6.558, 6.510 dan 6.406, sementara level resistennya di 6.727, 6.800 dan 6.900,” ujarnya.
Adapun beberapa saham yang direkomendasikan Ivan, yaitu KLBF, MDKA, PGAS, SMGR dan TKIM.
- KLBF
Recommendation: Buy on Weakness Price Range: 1.940 – 1.970 Target Price: 2.200
- MDKA
Recommendation: Accumulative Buy Price Range: 4.230 – 4.310 Target Price: 4.580
- PGAS
Recommendation: Accumulative Buy Price Range: 1.460 – 1.500 Target Price: 1.640
- SMGR
Recommendation: Buy on Weakness Price Range: 7.050 – 7.200 Target Price: 7.500
- TKIM
Recommendation: Accumulative Buy Price Range: 6.700 – 6.800 Target Price: 7.300.