Pada perdagangan, Jumat (7/10/2022), indeks saham wall street, Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan yang berlarut. Indeks saham tersebut turun tajam hingga 3 persen lebih. Hal ini seakan membuat para investor menghadapi pilihan yang sulit antara bertahan dengan instrumen saham atau justru beralih ke instrumen investasi lain.
Mengutip Reuters, Senin (10/10), pada akhir pekan lau, indeks Dow Jones turun 2,11 persen ke 29.296,78, S&P 500 merosot 2,8 persen ke 3.639,65, dan Nasdaq yang paling dalam anjloknya mencapai 3,8 persen ke 10.652,41.
Berdasarkan catatan, pelemahan ini telah membuat indeks S&P 500 telah anjlok 23 sejak awal tahun. Bahkan Reuters memprediksi, indeks ini juga akan kembali melemah setelah rilis data pekerjaan AS.
Hal itu semakin menguatkan bank sentral, The Fed untuk menaikkan suku bunga sebagai prioritas utama guna memerangi laju inflasi.
Investor Mengurangi Kepemilikan Saham
Dengan anjloknya pasar, investor waspada dengan mengurangi kepemilikan saham tahun ini. Beberapa investor mulai khawatir dengan situasi ini akan berlarut-larut.
Investor juga menunggu laporan harga konsumen AS minggu depan untuk melihat pernyataan The Fed terkait rencana kenaikan suku bunga hingga 300 basis poin guna mengurangi inflasi.
Hal ini kembali menjadi tanda penekan yang berpotensi membebani pasar, sehingga mengurangi peluang bertahan di saham. Meski dalam waktu dekat para perusahaan big caps akan melaporkan kinerja keuangannya di kuartal III 2022.
Apabila laba perusahaan menunjukkan penurunan, maka hal ini menjadi faktor investor dalam melihat perlambatan ekonomi. Tantangan perusahaan akan mulai terlihat lebih jelas minggu depan.
Ahli strategi Morgan Stanley mengatakan, pasar saham menghadapi lebih banyak penurunan, ditandai ketidakpastian seperti menguatnya dolar dan pelemahan di Eropa.
“Ini adalah salah satu peramalan makro paling sulit, yang dihadapi sebagian besar perusahaan,” tulis Ahli strategi Morgan Stanley.
DIPREDIKSI MELEMAH
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan Senin (10/10). Pada perdagangan Jumat (7/10), indeks saham ditutup melemah pada level 7,026.78 (-0.70persen).
Research Analyst Artha Sekuritas Dennies Christopher mengatakan, IHSG berpotensi melemah pada perdagangan hari ini. “IHSG diprediksi melemah,” ujar Dennies dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/10).
Menurut Dennies, candlestick membentuk long black body dengan stochastic membentuk deadcross. Hal tersebut mengindikasikan potensi pelemahan dengan support terdekat di lower bollinger band.
Adapun investor akan mencermati perkembangan nilai tukar rupiah. “Pergerakan masih akan ditekan ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih tinggi pada bulan depan,” kata dia.
Dennies merekomendasikan saham, sebagai berikut: MEDC, ERAA dan ADRO.
Sementara itu, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya menilai bahwa laju IHSG berpotensi menguat dibandingkan minggu sebelumnya. Peluang kenaikan mulai terlihat dalam jangka pendek, namun tetap harus diwaspadai terhadap sentimen dari penurunan cadangan devisa yang telah terlansir.
“Dapat menjadikan peluang kenaikan IHSG menipis,” ungkap William.
Tidak hanya itu, momentum tekanan masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target investasi jangka panjang. Saham yang direkomendasikan William: KLBF, ASRI, ASII, PWON,WIKA, WTON, UNVR, JSMR.