Wall Street Ditutup Melesat setelah Data Ekonomi AS Membaik

Tiga indeks utama Wall Street ditutup menguat pada hari Selasa (23/6) karena membaiknya data ekonomi dan banyaknya stimulus yang diharapkan dapat mendorong pemulihan lebih cepat.

Dilansir dari Reuters, Rabu (24/6), saham teknologi mendorong indeks Nasdaq mencetak rekor penutupan tertinggi. Apple Inc memberikan dorongan terbesar bagi indeks tersebut, diikuti oleh Amazon.com dan Microsoft.

Dow Jones Industrial Average naik 131,14 poin, atau 0,5 persen menjadi 26.156,1. Sedangkan S&P 500 naik 13,43 poin, atau 0,43 persen menjadi 3,131.29 dan Nasdaq Composite menambahkan 74,89 poin, atau 0,74 persen menjadi 10.131,37.

Di sisi lain, data menunjukkan bahwa laju kontraksi pada sektor manufaktur dan jasa di Amerika Serikat mulai melambat pada Juni karena aktivitas bisnis dibuka kembali setelah lockdown sejak pertengahan Maret.

Penjualan rumah baru juga tercatat melonjak 16,6 persen pada bulan Mei, melampaui prediksi kenaikan 2,9 persen.

“Efek kumulatif dari membaiknya data ekonomi kami lihat turut membantu mendukung pemulihan dengan skema berbentuk V pada pasar saham,” ujar Mark Luschini, kepala strategi investasi Janney Montgomery Scott di Philadelphia.

“Ini memperkuat pandangan bahwa ekuitas dapat terus maju meskipun ada guncangan ekonomi yang cukup besar yang akan terjadi untuk beberapa waktu mendatang, seperti pengangguran yang meningkat dan pemulihan yang lambat dalam industri travel dan hiburan,” sambungnya.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa RUU stimulus berikutnya akan difokuskan agar masyarakat bisa kembali bekerja dengan cepat. Mnuchin juga akan mempertimbangkan penundaan batas waktu pelaporan pajak.

Saham Nike Inc naik 2,4 persen karena broker menaikkan target harga mereka menjelang hasil kuartalan pada hari Kamis. Saham Spirit AeroSystems Holdings turun 13,3 persen setelah perusahaan, yang merupakan pemasok utama Boeing Co, mengatakan pihaknya mencari bantuan dari para pemberi pinjaman karena keuangan mereka terdampak pandemi COVID-19 dan penghentian produksi 737 MAX.

Baca Juga:   Diprediksi IHSG Menguat, Inilah Rekomendasi 9 Menu Saham

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 12,07 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 13,29 miliar saham.

 

Leave a Comment