Wall Street Ditutup Melemah Saat Jelang Pengumuman Inflasi AS

Pada perdagangan Rabu (12/10/2022) waktu Amerika Serikat,  Wall Street ditutup melemah  di tengah penantian pengumuman data inflasi AS hari ini. Mereka khawatir Bank Sentral AS akan menaikkan lagi suku bunga acuan setelah mencuat risalah pertemuan pejabat The Fed yang menunjukkan akan tetap terus melakukan pengetatan kebijakan keuangan untuk meredam inflasi.

Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 28,34 poin atau 0,1 persen menjadi 29.210,85, S&P 500 (.SPX) kehilangan 11,81 poin atau 0,33 persen menjadi 3.577,03 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 9,09 poin atau 0,09 persen menjadi 10.417,10.

Direktur Perdagangan Monex USA, Juan Perez melihat ada sedikit harapan dalam bagi para pejabat untuk menimbang risiko yang terlalu tinggi. “Itu bukan perhatian nomor satu saat ini. Kekhawatiran nomor satu terus adalah inflasi,” ujar Perez di Washington dikutip dari Reuters, Kamis (13/10).

Sejak pandemi COVID-19 ditambah dengan perang Rusia-Ukraina, keuangan AS dilanda banyak masalah. Salah satu yang nampak adalah inflasi yang per Agustus 2022 menyentuh level 8,3 persen secara tahunan. Bahkan pada Juli 2022, inflasi AS mencapai level tertinggi, 9,1 persen.

Kondisi ini membuat The Fed bersedia mengambil risiko resesi untuk menjinakkan inflasi. Salah satunya dengan terus menaikkan suku bunga acuan.

“Mungkin ketika risiko resesi meningkat, mereka sedikit kehilangan keberanian dan memperlambat pengetatan mereka,” kata Kepala Investasi Independent Chris Zaccarelli.

Kendati demikian, pasar ekuitas global juga telah bergejolak dalam beberapa sesi terakhir. Hal ini disebabkan oleh para investor yang khawatir tentang dampak kenaikan suku bunga agresif oleh bank sentral terhadap perlambatan ekonomi.

Pada Selasa, Gubernur Bank Eropa (BoE) Andrew Bailey menuturkan dana pensiun yang terkena lonjakan imbal hasil emas Inggris memiliki waktu tiga hari untuk memperbaiki masalah mereka sebelum BoE mengakhiri skema pembelian obligasi daruratnya. Usai pernyataan tersebut, saham wall street dengan cepat berubah dari hijau menjadi merah.

Financial Times melaporkan BoE juga telah memberi isyarat kepada pemberi pinjaman bahwa pihaknya siap memperpanjang dukungan jika diperlukan.

Zaccarelli mengatakan saat ini investor fokus pada pengumuman inflasi AS dan Indeks Harga Konsumen (CPI). Mereka berharap jika inflasi melambat, akan memberi alasan The Fed untuk menahan kenaikan suku bunga acuan. “Pasar melihat ke depan untuk rilis CPI,” pungkasnya.

DIPREDIKSI MELEMAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan Kamis (13/10) jelang pengumuman data inflasi Amerika Serikat. Pada perdagangan Rabu (12/10), indeks ditutup melemah pada level 6.909,20 (-0,43 persen).

Research Analyst Artha Sekuritas Dennies Christopher mengatakan, IHSG berpotensi melemah pada perdagangan hari ini. “IHSG ditutup melemah seiring pelemahan bursa saham secara global serta kekhawatiran akan kenaikan suku bunga yang lebih agresif,” kata Dennies dalam risetnya.

Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah ke level Rp 15.300 per dolar AS menekan IHSG. Menurut Dennies, candlestick membentuk lower high dan lower low dengan stochastic pada area oversold trend pelemahan dengan rentang yang terbatas.

“Investor akan mencermati beberapa rilis data ekonomi dari Amerika Serikat serta mencermati perkembangan nilai tukar rupiah yang cenderung melemah,” kata Dennies.

Dennies merekomendasikan saham bersifat spekulatif yaitu BRPT dan PTBA.

Sementara itu, CEO Yeo Bertumbuh Sekuritas mengatakan bahwa pola pergerakan IHSG terlihat masih dibayangi oleh pola tekanan minor, sedangkan support level terdekat kembali diuji kekuatannya.

“Namun selama support level terdekat dapat dipertahankan di tengah tekanan yang berlangsung, maka momentum tekanan masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target investasi jangka panjang. Hari ini IHSG berpotensi terkonsolidasi,” terangnya.

Berikut saham yang direkomendasikan William: BBCA, ITMG, GGRM, TLKM, AKR, UNVR, BBNI, JSMR.

 

Leave a Comment