Wall Street Bervariasi, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada perdagangan hari Rabu (2/7). Indeks S&P 500 dan Nasdaq berhasil mencapai rekor penutupan tertinggi mereka. Kenaikan ini sebagian besar didorong oleh lonjakan saham teknologi dan adanya kesepakatan dagang antara AS dan Vietnam, yang berhasil meredakan kekhawatiran terkait ketegangan dagang yang berkepanjangan.

Namun, Dow Jones Industrial Average justru ditutup melemah tipis. Meskipun demikian, Dow Jones masih cukup dekat dengan rekor penutupan tertingginya yang tercatat pada 4 Desember lalu.

Perincian Kinerja Indeks

  • S&P 500 (.SPX): Menguat 29,41 poin atau 0,47% menjadi 6.227,42.
  • Nasdaq Composite (.IXIC): Melonjak 190,24 poin atau 0,94% ke level 20.393,13.
  • Dow Jones Industrial Average (.DJI): Turun tipis 10,52 poin atau 0,02% ke 44.484,42.

Di Bursa Efek New York, 358 saham mencetak harga tertinggi baru, sementara 41 saham mencapai titik terendah baru.

Sentimen Pasar dan Faktor Pendorong

Wall Street telah menunjukkan serangkaian rekor tertinggi dalam beberapa minggu terakhir. Ini menunjukkan bahwa selera risiko investor tetap kuat meskipun ada volatilitas pasar dan ketidakpastian terkait inflasi, defisit, dan arah kebijakan moneter.

Saham teknologi menjadi pendorong utama kenaikan, terutama dengan lonjakan harga saham Nvidia, Apple, dan Tesla. ETF berisiko tinggi seperti TSLL (yang memberikan imbal hasil harian dua kali lipat dari saham Tesla) juga menjadi salah satu yang paling aktif diperdagangkan.

Sentimen positif juga datang dari kesepakatan dagang antara AS dan Vietnam. Kesepakatan ini menetapkan tarif 20% untuk banyak komoditas ekspor dari Vietnam. Administrasi Presiden AS Donald Trump juga mengisyaratkan akan ada kesepakatan serupa dengan India dalam waktu dekat. Perkembangan ini memberikan rasa lega di kalangan investor terkait kemajuan perdagangan internasional.

Data Ekonomi dan Fokus Investor ke Depan

Pasar sempat dibuka melemah setelah laporan awal menunjukkan penurunan tak terduga dalam perekrutan sektor swasta AS di bulan Juni, serta revisi penurunan pada pertumbuhan lapangan kerja bulan sebelumnya. Namun, pasar berbalik arah setelah kabar baik dari kesepakatan dagang.

Kini, perhatian investor beralih ke laporan non-farm payrolls yang akan dirilis pada hari Kamis (3/7). Laporan ini sangat dinantikan karena bisa memberikan petunjuk mengenai kemungkinan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve dalam waktu dekat.

Para ekonom memperkirakan laporan tersebut akan menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS yang melambat di bulan Juni dan tingkat pengangguran naik menjadi 4,3%. Investor berharap data ini akan mendorong The Fed untuk segera memangkas suku bunga, sebagai respons terhadap ekonomi yang melemah. Jim Awad dari Clearstead Advisors LLC menyebut situasi ini sebagai “situasi yang penuh pertimbangan campuran.”

Pergerakan Saham Penting

  • Tesla: Sahamnya naik 5% setelah sebelumnya sempat anjlok awal pekan ini. Meskipun laporan pengiriman kendaraan kuartal kedua menunjukkan penurunan tajam, beberapa pelaku pasar menilai angka tersebut masih lebih baik dari prediksi analis pesimistis. Namun, secara keseluruhan, saham Tesla telah turun lebih dari 20% sepanjang tahun ini.
  • Centene: Saham perusahaan asuransi kesehatan ini merosot 40% ke level terendah dalam delapan tahun terakhir. Hal ini terjadi setelah perusahaan mencabut proyeksi pendapatan tahun 2025 akibat data yang menunjukkan penurunan signifikan dalam estimasi pendapatan dari layanan asuransi di marketplace mereka.

Volume perdagangan di bursa AS tercatat sebesar 16,95 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata harian 17,82 miliar saham selama 20 hari perdagangan terakhir.

Leave a Comment