Wall Street Bervariasi: Saham Oracle Melesat dan Ekspektasi The Fed Menguat

Bursa saham AS ditutup bervariasi. Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi, sementara Dow Jones Industrial Average melemah. Kenaikan ini didorong oleh dua faktor utama: lonjakan harga saham Oracle dan optimisme pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

Faktor Pendorong Kenaikan

  1. Lonjakan Saham Oracle:
    • Saham Oracle melesat 36%, kenaikan harian terbesar sejak 1992.
    • Penyebabnya adalah lonjakan permintaan layanan komputasi awan (cloud) dari perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan (AI).
    • Kapitalisasi pasar Oracle kini mencapai USD 922 miliar, melampaui raksasa lain seperti Eli Lilly, JPMorgan Chase, dan Walmart.
    • Lonjakan ini juga memicu kenaikan saham-saham terkait AI lainnya, seperti Nvidia, Broadcom, dan Advanced Micro Devices.
  2. Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed:
    • Data inflasi harga produsen (Producer Price Index/PPI) yang dirilis lebih rendah dari perkiraan memperkuat keyakinan pasar bahwa inflasi terkendali.
    • Data pasar tenaga kerja juga menunjukkan perlambatan, yang mendukung narasi bahwa The Fed memiliki alasan untuk melonggarkan kebijakan moneter.
    • Berdasarkan CME FedWatch, pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga setidaknya 25 basis poin pada pertemuan pekan depan.
    • Kondisi ini membuat saham-saham terkait teknologi dan pertumbuhan menjadi lebih menarik.

Pergerakan Indeks dan Saham Penting

  • S&P 500: Naik 0,30% ke 6.532,04 poin, mencetak rekor penutupan tertinggi dua hari berturut-turut.
  • Nasdaq: Menguat tipis 0,03% ke 21.886,06 poin, menandai rekor penutupan tertinggi tiga hari beruntun.
  • Dow Jones Industrial Average: Melemah 0,48% ke 45.490,92 poin.
  • Apple: Turun 3,2% karena dinilai tertinggal dalam persaingan AI, melanjutkan tren penurunan selama empat hari.
  • Synopsys: Anjlok 36% setelah gagal memenuhi ekspektasi pendapatan.
  • Cadence Design Systems: Turun 6,4% sebagai rival Synopsys.

Sentimen dan Prospek Pasar

  • Valuasi Tinggi: Bill Northey dari U.S. Bank Wealth Management menyatakan bahwa meskipun fundamental pasar saham domestik kuat, valuasi yang sudah tinggi menjadi faktor yang menahan laju kenaikan.
  • Fokus Investor: Pasar menantikan rilis data harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang arah inflasi AS ke depan.
  • Target S&P 500: Barclays dan Deutsche Bank menaikkan target akhir tahun mereka untuk S&P 500, didasari oleh prospek laba korporasi yang kuat dan optimisme terhadap AI.

Secara keseluruhan, pasar didorong oleh berita positif dari sektor teknologi, khususnya AI, dan keyakinan bahwa The Fed akan segera memangkas suku bunga. Namun, ada juga kehati-hatian karena valuasi pasar yang sudah tinggi dan perlunya data inflasi yang konsisten. (*)

Leave a Comment