Wall Street Bergerak Variatif, Investor Waswas Menjelang Laporan Nvidia

Perkembangan Utama Pasar Saham AS

  • Wall Street ditutup bervariasi akibat kombinasi faktor eksternal dan sentimen pasar yang cenderung menahan diri menjelang laporan kinerja kuartalan Nvidia.

  • S&P 500 melemah tipis sebesar 0,05% dan berakhir di 6.734,11 poin.

  • Nasdaq naik 0,13% ke level 22.900,59 poin, menandakan dorongan dari saham-saham teknologi, terutama yang terkait kecerdasan buatan.

  • Dow Jones anjlok 0,65% ke 47.147,48 poin setelah aksi jual terhadap saham-saham berkapitalisasi besar seperti UnitedHealth Group dan Visa.

Pergerakan Indeks dan Sektor

  • Meskipun ketiga indeks sempat tertekan lebih dari 1% di awal sesi, Nasdaq berhasil pulih karena minat investor terhadap saham teknologi masih tetap kuat.

  • 7 dari 11 sektor S&P 500 melemah, dengan rincian:

    • Sektor material memimpin penurunan, turun 1,18%.

    • Sektor keuangan turun 0,97%, terdampak ketidakpastian arah suku bunga.

  • Secara mingguan:

    • S&P 500 naik 0,1%

    • Dow Jones naik 0,3%

    • Nasdaq turun 0,5%, karena tekanan profit-taking pada saham teknologi.

Saham-Saham yang Mendominasi Sentimen

  • Nvidia, Palantir, dan Microsoft mencatat kenaikan lebih dari 1%, menunjukkan bahwa narasi AI masih menjadi pendorong utama pasar.

  • UnitedHealth Group turun 3,2% dan Visa turun 1,8%, keduanya menjadi beban bagi pergerakan Dow.

  • Warner Bros Discovery naik 4% setelah adanya perubahan dalam perjanjian kerja CEO David Zaslav.

  • Cidara Therapeutics melonjak lebih dari 100% setelah Merck mengumumkan niat akuisisi senilai USD 9,2 miliar.

Fokus Investor: Nvidia dan Kebijakan The Fed

  • Nvidia akan merilis laporan kuartalan pada Rabu pekan depan, yang diprediksi menjadi penentu arah pasar, terutama karena:

    • Kinerja sektor AI menjadi motor pertumbuhan pasar dalam beberapa tahun terakhir.

    • Investor menunggu bukti bahwa ekspansi AI belum kehilangan momentum.

  • Sentimen pasar juga dibebani oleh kemungkinan penundaan pemangkasan suku bunga The Fed, karena:

    • Inflasi masih keras kepala.

    • Dampak tarif global era Donald Trump masih terasa.

  • Probabilitas pemangkasan suku bunga Desember turun dari 67% menjadi di bawah 50%, menurut FedWatch CME Group.

Komentar dari Pejabat The Fed

  • Jeffrey Schmid, Presiden The Fed Kansas City, menegaskan bahwa inflasi masih terlalu tinggi.

  • Ia berpotensi kembali berbeda pendapat dalam pertemuan Desember apabila mayoritas pembuat kebijakan memilih pemotongan suku bunga.

Faktor Eksternal dan Global

  • Kekhawatiran pasar tenaga kerja AS dan proyeksi inflasi memberikan tekanan tambahan.

  • Di sisi global, pemerintah Swiss mengumumkan bahwa tarif AS terhadap barang mereka dikurangi dari 39% menjadi 15%, sebuah perkembangan yang dapat memengaruhi dinamika perdagangan internasional.

Leave a Comment