Influencer marketing merupakan suatu cara yang semakin populer bagi perusahaan untuk mempromosikan produk dan jasanya. Dengan bekerja sama dengan influencer media sosial yang memiliki banyak pengikut, perusahaan bisa menjangkau audien secara lebih luas dan bisa membangun kredibilitas brand. Namun, arena influencer marketing semakin berkembang. Maka, kita juga perlu mempertimbangkan seperti apa masa depan industri ini. Salah satunya adalah dengan memperhatikan trend di dunia influencer marketing, karena hal ini mempengaruhi bagaimana perusahaan mempersiapkan masa depannya.
Trend di Dunia Influencer Marketing Yang Perlu Anda Ketahui
Dunia influencer marketing semakin luas, dan sejumlah platform hadir dengan dukungan Artificial Intelligence (AI). Nah, berikut adalah beberapa trend di dunia influencer marketing yang mungkin relevan dengan bisnis anda:

Kerjasama Dengan Micro-Influencer
Salah satu trend yang mungkin akan terus berkembang adalah penggunaan micro-influencer. Mereka adalah para influencer yang jumlah pengikutnya lebih sedikit, biasanya antara 1.000 hingga 100.000 pengikut. Micro-influencer cenderung lebih banyak berinteraksi dengan audiens. Micro-influencer dianggap lebih otentik dan real dibanding influencer-influencer besar. Itulah sebabnya, kerjasama dengan micro-influencer lebih efektif dalam mempromosikan produk dan jasa.
Selain itu, biaya kerjasama dengan micro-influencer juga lebih murah dibanding kerja sama dengan influencer yang sangat terkenal. Jadi, dalam beberapa waktu ke depan, diperkirakan bahwa para pengusaha akan semakin banyak menggunakan micro-influencer untuk mempromosikan usaha mereka secara lebih efektif.
Penggunaan AI dalam Influencer Marketing
Trend di dunia influencer marketing berikutnya adalah penggunaan Artificial Intelligence (AI) dan machine learning. Teknologi ini bisa digunakan untuk mengotomatisasi proses untuk menemukan dan bekerja sama dengan influencer, serta memberikan informasi mengenai kinerja kampanye atau iklan mereka. Ketika teknologi terus berkembang, kita mungkin akan mendapatkan fitur-fitur yang lebih canggih pada masing-masing platform yang ada saat ini.
Namun, ada sejumlah tantangan yang perlu dipertimbangkan oleh perusahaan yang akan menggunakan platform ini, termasuk biaya. Diperlukan biaya yang besar untuk mengembangkan dan mempertahankan, serta mengandalkan platform. Penggunaannya bisa saja rumit, dan memperlukan pengetahuan khusus agar bisa beroperasi secara efektif. Perusahaan mungkin harus mempekerjakan staf tambahan, dan artinya, biaya tambahan lagi untuk gaji.
Jika perusahaan memutuskan untuk menggunakan sebuah platform yang menggunakan AI, maka mereka harus mengajukan pertanyaan spesifik, misalnya, data apa yang digunakan platform tersebut, bagaimana data digunakan, dan bagaimana platform tersebut mengatasi masalah-masalah etis. Selain itu, belum ada standarisasi di industri ini, sehingga bisa jadi sulit bagi perusahaan untuk mengetahui apa yang bisa diperoleh dari provider dan platform yang berbeda-beda.
Perdagangan Sosial
Perdagangan sosial (social commerce) adalah trend di dunia influencer marketing berikutnya yang mungkin mempengaruhi masa depan industri ini. Social commerce adalah penggunaan platform media sosial untuk menjual produk dan jasa secara langsung kepada konsumen. Ketika semakin banyak orang memilih media sosial untuk berbelanja, perusahaan harus mencari cara baru menjangkau konsumen di platform media sosial tersebut. Influencer marketing dapat memainkan peran penting dalam hal ini, karena mereka menggunakan platform media sosial untuk mempromosikan produk dan jasa, serta bisa menarik penjualan dari sana.
Praktik Baik Bekerja Sama dengan Influencer Media Sosial
Karena semakin tingginya popularitas social commerce, perlu bagi perusahaan untuk mengetahui potensi resiko dari influencer marketing. Misalnya, jika seorang influencer mempromosikan produk yang bukan asli atau tidak berkualitas baik, maka hal itu bisa merusak reputasi perusahaan, dan bisa memicu feedback negatif dari konsumen. Untuk mencegah resiko ini, perusahaan mesti bertindak selektif dalam memiliki influencer sebagai mitra, dan mereka harus memastikan bahwa influencer tersebut memiliki reputasi dan rekam jejak yang baik dalam mempromosikan produk-produk berkualitas tinggi.
Point penting lainnya yang berkaitan dengan masa depan influencer marketing adalah influencer fraud. Penggunaan follower palsu semakin mengkhawatirkan dalam industri influencer marketing, karena haal ini dapat mengacaukan matriks dan menghasilkan kesimpulan yang keliru tentang bagaimana influencer menjangkau konsumen. Pengikut palsu adalah akun bot atau akun palsu yang menambah jumlah pengikut seorang influencer berdasarkan cara kerja mesin saja. Mereka seolah-olah memiliki banyak follower, padahal tidak seperti itu kenyataannya.
Perusahaan yang bekerja sama dengan influencer yang memiliki follower palsu mungkin merasa kalau kampanye mereka tidak menjangkau orang dalam jumlah yang diharapkan. Pada kasus terburuk, hal ini bisa menghasilkan feedback negatif dari konsumen yang merasa ditipu. Selain itu, ketika influencer membeli follower, maka berarti mereka menurunkan otentisitas dan kepercayaan terhadap akun mereka.
Untuk menghindari resiko bekerja sama dengan influencer yang memiliki follower palsu, pastikan perusahaan anda melakukan sejumlah cara untuk memverifikasi keasliannya. Misalnya, temukan pola yang mencurigakan, misalnya banyak jumlah like dan comment dari akun yang tidak ada aktivitasnya., kalaupun ada sangat sedikit. Anda juga bisa melihat apakah influencer tersebut bersikap transparan mengelola akunnya. Nah, apakah beberapa trend di dunia influencer marketing di atas relevan dengan bisnis anda?
Tagged With : manajemen bisnis • marketing