Trader Emas Paling Sukses Sepanjang Masa

Anda tentu sudah sering mendengar tentang investor saham atau trader forex sukses yang kekayaannya mencapai jutaan atau bahkan miliaran Dolar AS, seperti Warren Buffett dan George Soros. Namun, tahukah Anda bahwa ada pula seorang trader emas legendaris yang bahkan mampu memaksa pemerintah Amerika Serikat turun tangan untuk mencegahnya memanipulasi pasar? Namanya Jay Gould.

Jay Gould

Jay Gould (27 Mei 1836-2 Desember 1892) dikenal sebagai pengembang jalur rel kereta api dan spekulator yang cerdik, hingga mampu menjadi orang terkaya nomor sembilan dalam sejarah AS. Ayahnya adalah seorang petani, tetapi sejak kecil ia menolak mengikuti jejak karir sang ayah.

Jay Gould merintis karir sebagai spekulan dengan membeli saham perusahaan-perusahaan kereta api kecil. Ia sukses mengambil alih perusahaan Erie Railroad pada tahun 1868. Setahun kemudian, pada Agustus 1869, ia memulai “pertempuran”-nya dalam perdagangan emas.

Saat itu, Gould bersama kroni-kroninya mulai melakukan aksi beli emas besar-besaran untuk mendorong harga meningkat. Ia sukses mendorong harga emas naik 30 persen antara Agustus hingga September pada tahun yang sama. Sayangnya, pemerintah AS menangkap basah modus operandinya, sehingga langsung menjual persediaan emas senilai USD4 Juta. Langkah pemerintah AS itu mengakibatkan harga emas anjlok dalam hitungan menit; sebuah peristiwa yang dikenal dengan istilah Black Friday 24 September 1869.

Gould masih mampu mengantongi keuntungan sebesar sekitar USD10-11 Juta dari upayanya itu; meski sebagiannya kemudian terpaksa dilepas untuk membayar denda atas tuntutan hukum yang belakangan harus dihadapinya. Sejak momen tersebut, Jay Gould tenar sebagai salah satu sosok yang mampu menggerakkan pasar naik ataupun turun.

Kisah Jay Gould ini memberikan beberapa hikmah bagi kita semua. Pertama, pasar emas tidak lepas dari ulah para spekulan dan manipulator. Kedua, kita perlu mewaspadai kenaikan harga yang terjadi terlalu cepat dalam waktu singkat. Harga yang naik secara tidak alamiah seperti itu bisa jatuh pula dengan mudah, karena para spekulan dan manipulator pasar tentu akan segera ambil untung, sementara orang-orang awam yang tidak tahu apa-apa kemungkinan justru baru mulai membeli lantaran terbuai oleh kenaikan harga.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar