Tips Memilih Time Frame Terbaik Untuk Trading Forex

Pada platform trading forex online, kita dapat menemukan banyak pilihan time frame, mulai dari 1 Menit (M1), 5 Menit (M5), 15 Menit (M15), 1 Jam (H1), 1 Hari (D1), 1 Minggu (W), hingga 1 Bulan (M), dan masih banyak lagi diantaranya. Tampilan tren pasar pada setiap time frame berbeda-beda, karena kurun waktu harga yang dipantau dan direkam juga berbeda. Hal ini seringkali membuat pemula bingung menentukan time frame terbaik untuk trading forex.

Jika Anda termasuk salah satu yang masih bingung menentukan time frame untuk trading, maka artikel ini akan menyajikan tips yang dapat langsung diaplikasikan.

Tips Memilih Time Frame Terbaik Untuk Trading Forex

1. Gunakan Time Frame Daily (D1)

Secara umum, trader-trader profesional memilih untuk menggunakan timeframe Daily karena sudah lengkap merekam pergerakan harga periode sebelumnya. Saat menggunakan jenis grafik Candlestick pada time frame Daily, kita bisa agak lega karena pengaruh berbagai berita di hari sebelumnya sudah usai dan candle hari itu telah terbentuk sempurna.

Namun, trader pemula biasanya kurang sabar menghadapi time frame Daily, karena pergerakan yang relatif lambat, sehingga pencapaian target profit pun memakan waktu lama. Dalam hal ini, jika Anda juga berpendapat demikian, maka bisa mempertimbangkan untuk memilih time frame berdasarkan tips kedua.

2. Cocokkan Time Frame dengan Teknik Trading

Sebenarnya, ada banyak sekali teknik trading. Namun, berdasarkan jangka waktu trader mempertahankan posisi, teknik trading dapat dibedakan menjadi empat, yakni Scalping, Swing Trading, Day Trading dan Position Trading.

Trader Scalping bertujuan untuk membuka dan menutup posisi dengan cepat dan memetik keuntungan kecil-kecil saja sekitar 5-10 pips per posisi. Trader semacam ini cocok menggunakan time frame di bawah 1 jam, seperti M1, M15, dan seterusnya.

Day Trader juga suka membuka dan menutup posisi dalam satu hari yang sama, tetapi tak secepat scalping. Oleh karenanya, mereka dapat menggunakan time frame di bawah Daily, seperti H1 dan H4.

Pengguna teknik Swing Trading dan Position Trading lebih menitikberatkan penentuan posisi entry dengan potensi keuntungan paling optimal, sehingga mereka biasanya menggunakan time frame mulai dari D1 hingga lebih tinggi lagi. Walaupun mereka bisa juga menggunakan time frame H1 dan H4 sebagai bahan rujukan, tetapi mereka takkan melirik time frame di bawah H1 karena dianggap terlalu banyak noise yang mengganggu.

Demikianlah beberapa tips dalam memilih time frame terbaik untuk trading forex. Apabila Anda ragu untuk menggunakan satu time frame saja, jangan ragu untuk menggunakan dua atau tiga time frame lain sebagai tambahan referensi saat melakukan analisis. Toh, tak ada yang menentukan trader hanya boleh menggunakan satu time frame.

Tagged With :

Leave a Comment