The Fed akan Tahan Kenaikan Suku Bunga, Wall Street Ditutup Menguat

Pada penutupan perdagangan, Rabu (23/11/2022),  indeks utama Wall Street alami kenaikan . Hal ini dipengaruhi oleh sinyal dari bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed yang akan menahan kenaikan suku bunga dalam pertemuan 14 Desember 2022 nanti.

Mengutip dari Reuters, Kamis (24/11), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 95,96 poin, atau 0,28 persen, menjadi 34.194,06, S&P 500 (.SPX) naik 23,68 poin, atau 0,59 persen, pada 4.027,26 dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 110,91 poin, atau 0,99 persen, pada 11.285,32.

Mayoritas dari pembuat kebijakan di The Fed menyetujui memperlambat laju kenaikan suku bunga, di mana sejak pertemuan terakhir The Fed pada 1-2 November, investor lebih optimis bahwa tekanan harga mulai mereda, yang berarti kenaikan suku bunga yang lebih kecil dapat mengurangi tingkat inflasi.

Pasar secara luas mengharapkan The Fed akan menetapkan suku bunga yang lebih kecil sekitar 50 basis poin (bps) di bulan depan. Hal tersebut menyusul kenaikan suku bunga 75 bps pada 4 bulan beruntun.

Dalam pertemuan tersebut, The Fed juga akan mengevaluasi dampak dari kenaikan suku bunga yang agresif di 4 bulan terakhir.

Adapun volume perdagangan wall street, Kemarin terpantau menipis menjelang liburan Thanksgiving. Saham berbasis teknologi seperti Amazon.com Inc (AMZN.O) dan Meta Platforms Inc (META.O), masing-masing naik 1,00 persen dan 0,72 persen. Sementara, Tesla Inc (TSLA.O) melonjak 7,82 persen.

ZONA HIJAU

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau atau menguat 0,33 persen ke 7,054.12 pada penutupan perdagangan saham, Rabu (23/11).

Analis Binaartha Sekuritas, Dennies Christopher, memperkirakan IHSG diprediksi Melemah hari ini, Kamis (24/11). Secara teknikal candlestick membentuk lower high dan lower low menguji support MA50 mengindikasikan potensi pelemahan.

Baca Juga:   Bagaimana Cara Membeli Saham Lewat Online

“Namun dengan rentang yang cukup terbatas. Investor akan mencermati beberapa rilis data ekonomi dari Amerika Serikat,” tulis Dennies dalam risetnya dikutip, Kamis (24/11).

Sementara itu, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, Pergerakan IHSG terlihat sedang mengalami teknikal rebound pasca terkonsolidasi pada beberapa waktu sebelumnya, selama resisten level terdekat belum mampu ditembus maka IHSG masih memiliki potensi untuk bergerak sideways.

“Namun para investor asing masih mencatatkan capital inflow secara ytd sedangkan fluktuasi nilai tukar Rupiah juga turut membayangi pergerakan IHSG, hari ini IHSG berpotensi melemah.,” tulis William Surya Wijaya.

Adapun sederet rekomendasi saham dari Dennies, yaitu TOWR, ADHI, PGAS, dan SSMS

  1. TOWR

Recommendation: Hold

Price Range: 1,140 – 1,165

Target Price: 1,155

  1. ADHI

Recommendation: Spec BUY

 

Price Range: 530 – 545

Target Price: 540

  1. PGAS

Recommendation: HOLD

Price Range: 1,860 – 1,890

Target Price: 1,880

  1. SSMS

Recommendation: HOLD

Price Range: 1,500 – 1,520

Target Price:1,510

 

Leave a Comment