IHSG diproyeksikan akan mendapatkan dorongan positif pada perdagangan hari ini, Rabu, 16 Juli 2025. Ada beberapa faktor utama yang mendukung potensi penguatan ini:
Sentimen Positif
- Kesepakatan Tarif Dagang Indonesia-Amerika Serikat: Ini adalah sentimen utama yang diharapkan memberikan kepastian kepada pasar dan menyuntikkan “tenaga” bagi IHSG. Kesepakatan ini dapat meredakan ketidakpastian dan mendorong minat investor.
- Proyeksi Penurunan Suku Bunga: Ekspektasi penurunan suku bunga juga menjadi sentimen positif yang dapat mendorong pasar saham, karena biaya pinjaman yang lebih rendah dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan.
Kinerja IHSG Sebelumnya
Pada perdagangan Selasa, 15 Juli 2025, IHSG ditutup menguat 0,61% ke level 7.140,47. Kenaikan ini juga membuat IHSG berbalik menguat 0,86% secara year-to-date (YtD). Penguatan ini terjadi meskipun ada net sell investor asing sebesar Rp326 miliar di seluruh pasar. Ini menunjukkan bahwa kekuatan beli dari investor domestik cukup dominan.
Proyeksi Pergerakan IHSG
1. Analisis BRI Danareksa Sekuritas: * Rentang Pergerakan: IHSG diproyeksikan bergerak di rentang support 7.100 dan resistance 7.190. * Peluang: IHSG memiliki peluang untuk mencapai level resistance selanjutnya di 7.190, didukung oleh sentimen penurunan suku bunga dan kesepakatan tarif dengan AS.
2. Analisis MNC Sekuritas: * Dominasi Volume Pembelian: Penguatan IHSG masih didominasi oleh volume pembelian, menunjukkan minat beli yang kuat. * Posisi Teknis: Secara teknikal, IHSG mampu berada di atas MA200 (Moving Average 200), mencapai target minimal yang diberikan. * Proyeksi Wave: IHSG diperkirakan berada di akhir wave (b) dari wave [b], sehingga penguatan mungkin relatif terbatas menguji area 7.177. Namun, pada “label merah”, IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji resistance kuat di 7.240-7.476. * Rentang Pergerakan Hari Ini: Ruang gerak IHSG diperkirakan berada di rentang support 6.994 dan 7.049, serta resistance 7.143 dan 7.191.
Rekomendasi Saham
Kedua sekuritas memberikan rekomendasi saham yang bisa menjadi pertimbangan investor:
1. MNC Sekuritas: * Buy on Weakness: * BFIN (target harga: Rp840 – Rp890) * BMRI (target harga: Rp4.880 – Rp5.000) * SRTG (target harga: Rp1.755 – Rp1.810) * Speculative Buy: * INKP (target harga: Rp6.025 – Rp6.175)
2. BRI Danareksa Sekuritas: * Beli (Buy): * DEWA (target harga: Rp188 – Rp196) * BBTN (target harga: Rp1.220 – Rp1.275) * DSNG (target harga: Rp930 – Rp1.000)
Penting: Perlu diingat bahwa analisis ini bersifat proyeksi dan tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan Anda, dan Anda bertanggung jawab atas segala keuntungan maupun kerugian yang timbul dari keputusan tersebut.