Strategi Penjualan Pre-Order Untuk Menarik Perhatian Konsumen

Menerima pesanan dari konsumen sebelum produk benar-benar tersedia di pasaran adalah sebuah taktik cerdas yang digunakan untuk menarik perhatian dan menciptakan nilai tambah terhadap produk yang baru diluncurkan. Konsumen menyukai sistem pre-order karena itu artinya mereka mendapatkan sebuah produk lebih cepat dibanding pasar secara keseluruhan.  Strategi penjualan pre-order dapat memberikan daya dorong yang kuat dalam pemasaran sebuah produk baru.

Namun, penjualan pre-order bukan hanya semata-mata membuat konsumen senang. Sistem ini bisa menjadi alat yang kuat untuk mendapatkan anggaran yang diperlukan dalam mengembangkan sebuah produk atau jasa yang akan diluncurkan ke pasar. Bagi perusahaan yang masih sangat baru, terutama dalam iklim bisnis saat ini, pendapatan dari penjualan pre-order dapat menjadi kunci untuk memulai usaha baru.

strategi penjualan pre-order

Kisah Sukses Strategi Penjualan Pre-Order

Sistem penjualan pre-order bukanlah sesuatu yang baru. Sejumlah perusahaan telah membuktikan bahwa strategi penjualan pre-order dapat membantu perusahaan baru untuk bertahan. Berikut adalah beberapa kisah sukses yang mungkin menjadi sumber inspirasi buat anda:

Daftar Tunggu ala Glaize

Salah satu kisah sukses dialami oleh Glaize, sebuah perusahaan baru di UK. Pendirinya – Gina Farran – bercerita bahwa karena mereka memproduksi semuanya di tempat, mereka tidak bisa melihat secara penuh warna apa yang disukai konsumen dan yang tidak disukai. Dengan sistem pre-order, mereka bisa memodelkan produksi berdasarkan pesanan yang sesungguhnya. Hal ini dapat meminimalisir pemborosan dan memastikan bahwa mereka hanya menggunakan bahan baku yang diperlukan.

Tim Glaize memulai dengan membuat sebuah daftar tungguh hampir satu tahun sebelum peluncuran produk. Perusahaan menggunakan kombinasi konten organik untuk membangun sebuah komunitas di media sosial, pemberitaan media, dan beberapa jenis iklan. Menurut cerita Farran, pada saat mereka membuka penawaran pre-order, ada lebih dari 4.000 orang di daftar tunggu.

Mereka menunggu lama, jadi perusahaan awalnya membuka pre-order hanya untuk konsumen tersebut, sebagai bentuk apresiasi terhadap kesabaran mereka menunggu. Ternyata, strategi penjualan pre-order tersebut justru membantu membuat perusahaan dapat meluncurkan usahanya dengan gebrakan yang cukup besar.

Penggalangan Dana ala SleepaSloth

Salah satu cara paling efektif untuk mendapatkan pre-order adalah melalui penggalangan dana (crowdfunding). Pendiri SleepaSloth, yang selama ini mendanai sendiri usahanya, telah mencoba melihat peluang pengembangan ide-de baru dan prototype sejak tahun 2019. Saat ini, perusahaan sedang melakukan kampanye penggalangan dana melalui Kickstarter hingga bulan September, untuk mendapatkan pesanan pre-order, mendapatkan feedback, dan membangun sebuah komunitas online.

Strategi penjualan pre-order membantu anda mengumpulkan dana yang dibutuhkan untuk menggerakkan usaha dan memproduksi produksi. Diperlukan anggaran dan modal awal yang besar untuk membuat produk perangkat keras atau alat tertentu dan untuk membeli peralatan yang diperlukan untuk menciptakan produk-produk tersebut. Terkadang, pabrik juga membutuhkan kuantitas pesanan minimum,  misalnya 1.000 unit atau lebih, untuk mulai membangun produk tersebut. Oleh sebab itu, konsumen mungkin diminta membayar separuh harganya di muka. Inilah yang disebut pre-order.

Penggalangan Dana ala Blackmarket

Perusahaan yang didirikan Martina Schwarz ini menjalankan sebuah kampanye penggalangan dana di Kickstarter tahun lalu. Strategi ini digunakan untuk mengetahui apakah produk mereka cukup diminati oleh pasar atau tidak, sekaligus untuk mendapatkan cash flow yang diperlukan untuk produksi pertama.

Pendiri perusahaan ini tercengang dengan besarnya dukungan yang mereka terima. Karena dinilai sukses, mereka juga mempertimbangkan untuk menggunakan strategi penjualan pre-order untuk peluncuran produk berikutnya. Namun, tetap ada pertanyaan tentang bagaimana menyeimbangkan investasi waktu untuk kampanye pre-order tersebut dengan keuntungan dari segi skala ekonomi dan cash flow.

Selain mengatasi masalah finansial, strategi penjualan pre-order juga sangat berarti untuk mengukur minat calon pembeli terhadap produk tersebut. Jika penjualan pre-order ternyata tidak begitu menjanjikan, maka hal ini menunjukkan kalau produk tersebut mesti dievaluasi, atau bahkan tidak layak diproduksi lebih lanjut.

Membangun Komunitas Digital Yang Kuat ala Schwarz

Setelah pandemi Covid-19, terjadi perubahan yang signifikan pada kebijakan berbelanja konsumen. Ruang online semakin jenuh, dan orang menghabiskan waktu jauh lebih sedikit untuk membeli sebuah barang. Untuk perusahaan baru, di sinilah pentingnya anjuran profesional dari coach, karena masa-masa ini mungkin terasa sangat berat.

Mendapatkan pre-order tidaklah mudah dan diperlukan sebuah strategi pemasaran yang utuh, yang mencakup iklan di Google dan Media sosial, serta bekerja sama dengan influencer dan Public Relation.  Schwarz menyarankan untuk membangun sebuah komunitas pendukung yang kuat sejak dini. Idealnya, anda bisa mengharapkan sekitar 50% dari pendukung tersebut siap melakukan pemesanan pre-order begitu dibuka.

Satu lagi yang tak kalah penting dalam kebijakan harga. Jadi, anda bisa menawarkan lebih dari satu produk dan menciptakan paket-paket yang berbeda untuk menarik perhatian calon konsumen.  Terakhir, jangan lupa dengan pentingnya kemampuan mengelola ekspektasi. Saat usaha berjalan, akan banyak hal yang tidak berjalan sesuai keinginan. Jadi, agar strategi perjualan pre-order tidak memicu masalah lain, maka belajarlah untuk mengelola ekspektasi.

Tagged With :

Leave a Comment