Strategi Memaksimalkan Venture Capital: Benarkah Anda Membutuhkannya?

Majalah Fortune sepertinya telah memberikan istilah yang sempurna untuk menggambarkan salah satu fenomena paling membingungkan dalam dunia bisnis. Bagaimana anda menggambarkan sebuah ventura yang dianggap begitu berharga sehingga venture capital (VC) membuat valuasi lebih dari milyaran dollar – dan tiba-tiba ventura tersebut tidak menjadi apa-apa? Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Berapa kali hal itu terjadi dalam dunia bisnis, di mana sebuah perusahaan bernilai milyaran dollar tiba-tiba berubah tanpa nilai sama sekali? Jika anda ingin mengetahui dan menerapkan strategi memaksimalkan venture capital dan mencegah hal-hal negatif, maka fenomena seperti ini tidak boleh lepas dari pengawasan anda.

Strategi Memaksimalkan Venture Capital : Fenomena Unicorpse

Majalah Fortune memberi istilah yang cukup jenius untuk perusahaan yang menggambarkan fenomena di atas, yakni: Unicorpse. Setiap kali anak melihat istilah “Unicorn”, mungkin yang terbayang dalam fikiran anda adalah perusahaan-perusahaan raksasa seperti AppleAAPL.  Lalu, apa maksudnya Unicorpse? Faktanya, kebanyakan Venture Capital gagal mencapai tujuannya, dan kebanyakan ventura yang didanai dengan VC berakhir dengan kegagalan yang hebat.

strategi memaksimalkan venture capital

Normalnya, VC dikatakan gagal pada sekitar 80% dari investasinya. Perusahaan-perusahaan Unicorn disebut sebagai ‘pelarian’ mereka, dan itulah sebabnya mengapa VC berinvestasi pada valuasi yang lebih dari $1 milyar dollar. Kemudian, sebagian bankrut. Artinya, apakah ventura tersebut benar-benar bernilai hingga satu milyar dollar? Atau, apakah mereka terpaksa berinvestasi hanya untuk menggunakan dana yang telah mereka kumpulkan (gunakan atau hilang sama sekali)? Dan, apakah ini merupakan pilihan terbaik yang mereka punya?

Valuasi VC tidak didasarkan pada penghasilan aktual, pendapatan bersih, atau cash flow, yang secara umum digunakan sebagai metode valuasi normal di bidang keuangan selain VC. Valuasi VC didasarkan pada proyeksi dan insting. VC yang sukses melakukannya ketika berinvestasi pada perusahaan homerun. VC yang melakukannya secara teratur, biasanya memiliki kinerja lebih baik dibanding VC yang tidak melakukannya secara teratur.

Namun masalahnya: jumlah perusahaan homerun sangatlah sedikit. Diperkirakan bahwa hanya ada sekitar 15 ventura setiap tahunnya yang menjadi homerun. Ini adalah salah satu alasan kenapa sangat sedikit VC bertahan dalam jangka panjang. Hanya sekitar 2% VC yang mampu memperoleh 95% dari laba VC. Sisa 98% ibarat harimau kertas yang mendapatkan banyak laba hanya ketika musim puncak, atau ketika sedang beruntung, dan salah satu venturanya berubah menjadi homerun.

Strategi Memaksimalkan Venture Capital dan Mengurangi Efek Negatif

Masalah: Ekspektasi Yang Terlalu Berlebihan

Ada suatu semangat yang luar biasa untuk menciptakan persepsi nilai dari harapan menjadi keuntungan. Harapannya adalah menjual ventura sesegera mungkin kepada seorang pembeli strategis atau menjadikannya perusahaan publik jika pasar publik sedang berada dalam kondisi stabil dan menjanjikan. Itulah sebabnya mengapa kebanyakan akuisisi korporasi berakhir dengan kegagalan dan IPO justru tidak menghasilkan banyak uang.

Solusi: Ciptakan substansi, sehingga VC digunakan untuk pertumbuhan yang real, bukan untuk pertumbuhan imaginatif.

Masalah: Sangat sedikit VC yang sukses. Pilihlah Perusahaan Top 20

Ketika waktunya tepat, institusi keuangan (beserta insting-nya yang membabibuta) akan menginvestasikan banyak modal pada VC baru yang sedang berkembang. Namun, tidak semua Venture Capital sukses. Selalu saja ada kelemahan pada ventura yang berpotensi tinggi sekalipun, dan seringkali hal itu terlambat disadari. Artinya, VC pada level yang lebih rendah berinvestasi pada ventura yang tidak menjadi unicorn. Solusi: Pilihlah VC top saja.

Masalah: Banyak pengusaha hanya fokus pada peluang. Fokuslah pada Keahlian

Tidak semua orang terlahir sebagai Steve Jobs. Bahkan Steve Jobs sendiri tidak dikenali sebagai seorang jenius di bidang kewirausahaan di masa lalu. Ia bahkan ditolak oleh hampir 10 VC di masa lalu. Kemudian, ia juga dipecat oleh Apple. Hampir 85% pengusaha pernah dipecat, dan umumnya, ketika mereka sedang membutuhkan lebih banyak ronde VC. Jadi, fokuslah pada keahlian yang dibutuhkan untuk mengembangkan ventura ketika usaha dan kepemimpinan anda sudah terlihat jelas. Kemudian, dapatkan keahlian yang dibutuhkan untuk tumbuh. Solusi: cerdas di bidang keuangan. Dapatkan keahlian untuk menerapkan strategi memaksimalkan Venture Capital.

Jadilah U-Builder, Bukan Hanya U-Starter

Para perintis Unicorn memiliki ide, mengembangkan produk yang layak untuk dipasarkan, dan membuktikan kemampuan pemasarannya. Kemudian, mereka mencari VC. Kemudian, VC mulai mengambil kendali dan menggantikan pengusaha dengan seorang CEO profesional. Metode ini bekerja untuk sekiyar 6% dari 85 pemilik usaha milyaran dollar. Sisanya sebanyak 94% (mulai dari Sam Walton hingga Bill Gates dan Jeff Bezos) menghindari atau menunda VC agar tetap bisa mengendalikan dan membangun uncorn-nya sendiri. Solusi: belajarlah untuk menunda atau menghindari VC.

Beberapa strategi memaksimalkan venture capital di atas lebih kepada pembelajaran dari hal-hal negatif yang pernah dialami para pengusaha yang berinvestasi pada VC. Daripada terlalu bersemangat mengejar VC,  cobalah menggunakan media bisnis, yang dapat mendorong para pengusaha untuk mempelajari keahlian yang dibutuhkan untuk sukses. Akan lebih baik jika anda belajar di sekolah bisnis untuk mengetahui cara meningkatkan kompetensi diri, termasuk dalam menghadapi persaingan.

Tagged With :

Leave a Comment