Starbucks Menuju Bisnis Ramah Lingkungan di Tahun 2020

Isu lingkungan hidup semakin menjadi perhatian banyak orang. Banyaknya sampah plastic yang berserakan di mana-mana telah memicu kekhawatiran berbagai pihak. Untuk itu, Starbucks, sebagai salah satu restaurant chain terbesar di dunia, mencoba mewujudkan bisnis ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan sedotan plastic sejak Tahun 2020. Upaya ini telah diterapkan di sejumlah gerai yang ada di berbagai Negara sejak akhir Tahun 2019 lalu.

Bisnis Ramah Lingkungan Starbucks: Komitmen di Jepang

Meski terlihat kecil, upaya mengurangi sampah plastik dari sedotan akan memberikan pengaruh yang sangat besar. Di Jepang saja, Starbucks memiliki hampir 1.500 toko, dan menghabiskan hampir 200 juta sedotan plastik setiap tahunnya. Restaurant chain ini akan beralih ke sedotan kertas dan paketnya diproduksi secara eksklusif.

bisnis ramah lingkungan

Komitmen untuk mengurangi sampah plastik ini telah diungkapkan oleh Starbucks di akhir tahun 2019. Mulai Januari 2020, seluruh took Starbucks di Jepang akan beralih ke sedotan kertas. Sedotan ini dibuat dari kertas yang tersertifikat oleh Forest Stewardship Councel (FSC). Model sedotan juga akan dibuat dengan ukuran bervariasi, yakni ukuran standar untuk minum dingin dan ukuran besar untuk minuman blender.

Dalam press release-nya, pihak Starbucks menyatakan bahwa sedotan kertas akan tersedia di beberapa took terlebih dahulu mulai Januari. Ditargetkan bahwa pada bulan Maret 2020, semua gerai di Jepang sudah beralih ke sedotan kertas, khusus untuk minuman dingin (sedotan standar). Sementara itu, sedotan besar untuk minuman blender mulai tersedia di bulan Mei 2020. Lebih menarik lagi, semua sedotan akan dikemas dalam bungkus kertas, disertai pesan positif tentang keberlanjutan lingkungan.

Bisnis Ramah Lingkungan Starbucks: Komitmen Global

Pihak Starbucks juga menyatakan bahwa di akhir tahun 2020, Starbucks menargetkan implementasi bisnis ramah lingkungan di semua tokonya. Sebenarnya, upaya untuk mewujudkan komitmen global dalam praktek bisnis yang berkelanjutan telah dilaksanakan sejak beberapa bulan terakhir. Pihak Starbucks telah berupaya keras untuk menemukan alternatif sedotan yang memenuhi standar kualitas dan ramah lingkungan.

Baca Juga:   4 Cara Meningkatkan Kinerja Bagi Pengusaha UMKM

Ternyata, upaya tersebut telah berhasil dengan diluncurkannya komitmen untuk beralih dari sedotan plastik ke sedotan kertas. Teknologi dan inovasi terus berkembang di perusahaan ini. Salah satunya adalah bagaimana perusahaan merangkul peluang untuk mengembangkan bisnis yang ramah bagi konsumen serta ramah bagi lingkungan.

Sebenarnya, upaya menciptakan bisnis ramah lingkungan bukan kali ini saja dilakukan Starbucks, khususnya di wilayah Jepang. Pada Tahun 1996, sebagai contoh, gerai Starbucks di Ginza, Tokyo Jepang, memiliki kebijakan khusus untuk mengurangi penggunaan sampah plastik. Pihak gerai memberikan diskon khusus 20 yen bagi konsumen yang datang dengan membawa cangkir atau tumbler sendiri.

California

Lebih menarik lagi, budaya baru di kafe juga sedang dikembangkan di wilayah San Francisco. Sejumlah coffee shops mulai beralih dari cangkir kertas ke botor kaca, mug sewaan, dan semacamnya. Ternyata, Starbucks juga tidak ketinggalan. Di Amerika Serikat, Starbucks memiliki lebih dari 15.000 café. Pihak perusahaan berkomitmen untuk memperluas rencana mengurangi sampah plastic dan kertas di Tahun 2020, akan dimulai dari San Francisco, New York, Seattle, Vancouver, dan London.

Ternyata, gerai-gerai Starbucks di California berada di garis terdepan dalam upaya mewujudkan bisnis ramah lingkungan. Sejak tahun 2014, Negara bagian California telah melarang penggunaan kantong plastik saat berbelanja di supermarket. Jika masih digunakan, maka konsumen akan dikenai hargai hingga 10 cents.

Indonesia

Di Indonesia, komitmen yang sama juga diperlihatkan pihak Starbucks di bawah PT Sari Coffee Indonesia, pemegang lisensi Starbucks di tanah air. Komitmen ini telah dinyatakan sejak bulan Oktober 2018. Upaya mengurangi sampah plastik dimulai oleh Starbucks di lokasi-lokasi wisata utama di tanah air, seperti Bali. Pihak Starbucks telah menyatakan bahwa sejak Tahun 2018, seluruh gerainya hanya akan menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan. Hal ini ditegaskan melalui kampanye “Starbucks Greener Nusantara.”

Baca Juga:   Ide Aplikasi Baru: Cara Efektfi Menentukan Segmen Konsumen

Melalui Greener Nusantara, Starbucks juga akan mengganti sedotan plastik mulai awal Tahun 2020 ini. Hal ini menunjukkan bahwa Starbucks di Indonesia juga tidak tinggal diam dalam upaya mewujudkan bisnis yang ramah terhadap lingkungan. Greener Nusantara adalah sebuah kampanye untuk mendukung pemerintah dalam rangka mewujudkan gaya hidup yang berkelanjutan.

Sama halnya dengan di Jepang, sedotan plastik diganti dengan sedotan kertas yang ramah lingkungan. Kantong plastik diganti dengan kantong yang terbuat dari bahan singkok. Sementara itu, sendok, garpu, dan pisau dibuat dari bahan pati jagung yang terbarukan, yakni polyactic acid (PLA), dan gelas dibuat dari bahan yang bisa didaur ulang. Komitmen ini dikombinasikan dengan kampanye membawa botol minum sendiri.

Komitmen global untuk mengurangi dampak lingkungan diharapkan akan terus diimplementasikan. Dengan demikian, Starbucks bisa menjadi yang terdepan dalam rangka mewujudkan bisnis ramah lingkungan demi masa depan generasi bangsa. Semoga kampanye ini menunjukkan hasil yang positif dan direplikasi oleh bisnis lainnya.

Tagged With :

Leave a Comment