Kinerja IHSG Saat Ini dan Prediksi Penguatan Lanjutan:
- Penguatan Signifikan Sebelumnya: Pada perdagangan Jumat (25/4), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan ditutup menguat sebesar 0,99 persen, mencapai level 6.679.
- Sentimen Positif Sektoral: Analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menggarisbawahi bahwa penguatan ini didukung oleh performa positif dari seluruh sektor saham yang ada di Bursa Efek Indonesia.
- Uji Level Pivot: Secara teknikal, IHSG saat ini tertahan di level pivot 6.700. Level pivot seringkali menjadi area konsolidasi atau penentuan arah pergerakan harga selanjutnya.
- Indikator Teknikal: Indikator Stochastic RSI menunjukkan kondisi overbought (jenuh beli) namun masih bergerak mendatar. Ini mengindikasikan bahwa meskipun harga sudah cukup tinggi, momentum kenaikan masih mungkin berlanjut.
- Prediksi Pengujian Resistance: Berdasarkan analisis teknikal, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi untuk menguji level resistance 6.700 pada perdagangan Senin (28/4).
Faktor Pendorong dari Dalam Negeri:
- Fokus pada Data Inflasi: Perhatian investor domestik mulai tertuju pada data inflasi Indonesia yang dijadwalkan rilis pada Kamis (2/5).
- Prediksi Kenaikan Inflasi: Konsensus memperkirakan inflasi April akan mengalami kenaikan menjadi 1,2 persen secara tahunan (yoy), lebih tinggi dari 1,03 persen yoy pada Maret. Inflasi inti juga diprediksi meningkat terbatas menjadi 2,5 persen.
- Dampak Hari Raya Idulfitri: Kenaikan inflasi ini diperkirakan berkaitan dengan periode Hari Raya Idulfitri yang terjadi pada awal April, yang biasanya mendorong peningkatan konsumsi.
Faktor Pendorong dari Global:
- Fokus pada Data Ekonomi AS: Pasar global akan memantau rilis data penting dari Amerika Serikat, yaitu data Advance GDP Growth Rate kuartal I 2025 dan indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) untuk bulan Maret, yang akan dirilis pada Rabu (30/4). Indeks PCE merupakan salah satu indikator inflasi yang diperhatikan oleh bank sentral AS (The Federal Reserve).
- Prediksi Perlambatan Ekonomi AS: Pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan melambat signifikan menjadi 0,4 persen, jauh di bawah pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 2,4 persen. Perlambatan ini dikaitkan dengan dampak dari fluktuasi kebijakan tarif perdagangan.
Level Support dan Resistance IHSG:
- Analisis Phintraco Sekuritas: Mereka memproyeksikan level support (batas bawah potensi penurunan) IHSG berada di kisaran 6.600 dan level resistance (batas atas potensi kenaikan) berada di 6.750.
- Rekomendasi Saham: Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham untuk dicermati, yaitu INTP, WIFI, JPFA, MAPA, HRTA, dan MIDI.
Pandangan dan Strategi dari MNC Sekuritas:
- Penguatan dengan Volume Kuat: MNC Sekuritas mencatat bahwa penguatan IHSG pada Jumat lalu disertai dengan volume pembelian yang solid, dan indeks masih bergerak di atas garis Moving Average 60 (MA60), yang sering dianggap sebagai indikator tren jangka menengah.
- Potensi Akhir Gelombang Penguatan: Meskipun demikian, MNC Sekuritas memperkirakan bahwa penguatan IHSG saat ini kemungkinan berada di akhir gelombang [a] dari wave B dalam analisis Elliott Wave. Ini mengindikasikan bahwa ruang penguatan dalam waktu dekat mungkin terbatas.
- Potensi Koreksi: Mereka memperkirakan IHSG berpotensi menguji level resistance di 6.709–6.784 terlebih dahulu, sebelum kemudian berisiko mengalami koreksi ke rentang 6.333–6.571.
- Strategi Saham:
- Buy on Weakness: Untuk saham AKRA, BRIS, dan BRPT, mereka merekomendasikan strategi beli saat harga mengalami koreksi.
- Speculative Buy: Untuk saham MEDC, strategi yang disarankan adalah speculative buy, dengan pertimbangan koreksi yang diperkirakan terbatas dan potensi kenaikan kembali dalam waktu dekat.
- Level Support dan Resistance MNC Sekuritas: Mereka memetakan level support IHSG di 6.373 dan level resistance di 6.707. Terdapat juga support kuat tambahan di area 6.148 dan resistance lanjutan di 6.877.
Kesimpulan:
Secara keseluruhan, IHSG diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek, terutama untuk menguji level resistance di sekitar 6.700. Namun, investor juga perlu mewaspadai potensi terjadinya koreksi, terutama karena faktor-faktor seperti data inflasi domestik dan data ekonomi AS yang akan dirilis dalam beberapa hari mendatang. Analisis teknikal dari kedua sekuritas memberikan gambaran level-level penting yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan investasi. Investor disarankan untuk mencermati pergerakan IHSG dan saham-saham yang direkomendasikan, serta mempertimbangkan profil risiko masing-masing.