Sempat Goyah Imbas Inflasi, Wall Street Ditutup Menguat

Pada penutupan perdagangan Rabu (14/9/2022), bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat. Penguatan itu terjadi usai laporan inflasi yang menghambat aksi jual hari Selasa dan investor yang melakukan pemberhentian sementara.

Mengutip dari Reuters, Kamis (15/9) Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 30,12 poin atau 0,1 persen menjadi 31.135,09, S&P 500 (.SPX) naik 13,32 poin atau 0,34 persen menjadi 3.946,01, dan Nasdaq Composite (.IXIC) bertambah 86,10 poin atau 0,74 persen menjadi 11.719,68.

Adapun ketiga indeks utama ini goyah sepanjang hari, tetapi akhirnya berakhir di level yang positif. Meski begitu, ketiga indeks gagal memulihkan kerugian pada hari Selasa yang membuat persentase penurunan terbesar dalam lebih dari dua tahun.

Kepala Strategi Pasar Carson Group Ryan Detrick mengatakan bahwa hari ini adalah hari yang menyenangkan usai mengalami babak belur pada hari sebelumnya. “Ini adalah hari istirahat dan itu adalah tanda selamat datang,” ujar Detrick.

Sementara itu, Data harga produsen (PPI) dari Departemen Tenaga Kerja sesuai dengan prediksi konsensus dan memberikan beberapa bantuan setelah CPI mengguncang pasar hari Selasa.

“Perdebatan inflasi berlanjut dan kemarin adalah pengingat yang keras bahwa ini adalah pertempuran yang sulit dan The Fed harus tetap agresif untuk membatasi harga inflasi yang meluas yang kita lihat,” tambah Detrick.

Laporan PPI menawarkan jaminan bahwa inflasi memang pada jalur yang melambat dan menurun. Namun, masih ada jalan panjang sebelum mendekati target inflasi tahunan rata-rata The Fed sebesar 2 persen.

Di sisi lain, pasar keuangan telah memperhitungkan kenaikan suku bunga setidaknya 75 basis poin (bps) pada akhir pertemuan kebijakan FOMC minggu depan. Menurut alat FedWatch CME, terdapat potensi peningkatan 100 basis poin berukuran super menjadi 22 persen.

DIPREDIKSI MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat terbatas pada perdagangan hari Kamis (15/9). Pada perdagangan hari Rabu (14/9), Indeks saham ditutup melemah 39,908 poin (0,55 persen) ke level 7.278,078.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya mengamati pola pergerakan IHSG masih terlihat cenderung terkonsolidasi dengan potensi tekanan yang mulai turun mendekati akhir pekan.

“Peluang naik mulai terlihat walaupun masih berada dalam rentang terbatas, sedangkan jelang rilis data perekonomian neraca perdagangan yang disinyalir masih menunjukkan berada dalam kondisi stabil akan turut mewarnai pergerakan IHSG pada hari ini,” kata William.

Sementara itu, Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christopher memperkirakan IHSG berada di rentang 7.181-7.229 dan resistance berada di rentang 7.315-7.353.

“Candlestick membentuk lower high dan lower low dengan stochastic membentuk deadcross di area overbought mengindikasikan potensi pelemahan,” ujar Dennies dalam risetnya, Kamis (15/9).

Dennies mengatakan pergerakan masih akan didorong kekhawatiran investor dengan ekspektasi The Fed masih akan agresif menaikkan suku bunga. Dari dalam negeri, investor akan mencermati rilis data neraca perdagangan.

Adapun beberapa saham yang direkomendasikan Dennies, yaitu:

  1. MDKA

Recommendation: Buy

Entry Range: 4.320-4.400

Buy Price: 4.360

Range: 4.500-4.580

Stop Loss: 4.280

  1. CTRA

Recommendation: Hold

Entry Range: 1.010-1.030

Buy Price: 960

Target Price Range: 1.080-1.100

Stop Loss: 1.000

  1. RALS

Recommendation: Hold

Entry Range: 590-610

Buy Price: 600

Range: 630-650

Stop Loss: 575

 

Leave a Comment