Presiden Joko Widodo telah mendeklarasikan rencana pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur, yaitu antara Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Rencana yang memicu kontroversi itu juga menarik perhatian bagi investor di bursa saham.

Untuk membangun ibu kota baru setidaknya dibutuhkan dana sebesar 35 miliar dolar AS (sekitar Rp501 triliun). Dana tersebut tentunya akan tersalurkan pula dalam bentuk alokasi tender proyek bagi perusahaan-perusahaan yang ikut andil dalam pembangunan. Tapi pertanyaannya, sektor saham mana saja yang berpotensi untung dari rencana ibu kota baru? Berikut ini daftarnya:
- Saham Infrastruktur
BUMN Infrastruktur seperti PTPP, Waskita Karya (WSKT), Wijaya Karya (WIKA), dan Adhi Karya (ADHI) tentu akan mendapatkan jatah kontrak pembangunan gedung, pembangkit energi, dan lain-lain. Ada pula Jasa Marga (JSMR) yang kemungkinan besar bakal menggarap jalur transportasi di ibu kota baru.
- Sektor Telekomunikasi
Telekomunikasi termasuk bidang infrastruktur vital yang pasti sangat dibutuhkan di ibu kota baru. Dua emiten pelat merah paling menonjol dalam hal ini, yakni Telkom Indonesia (TLKM) dan anak usahanya, Mitratel (MTEL).
- Saham Properti
Perpindahan ibu kota akan diikuti pula dengan perpindahan para pejabat, PNS, polisi, TNI, dan staf pemerintah lainnya. Hal ini membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan properti nasional untuk mengembangkan real estate plus fasilitasnya di sekitar area ibu kota yang akan datang. Regulasinya belum terbentuk, tetapi sejumlah pengembang kawakan dirumorkan telah mulai mengincar proyek di ibu kota baru. Beberapa diantaranya adalah Sinar Mas (BSDE), Ciputra (CTRA), Summarecon (SMRA), Lippo, Intiland (DILD), dan Metropolitan.
- Saham Semen
Pembangunan infrastruktur maupun properti di ibu kota baru berpotensi menggenjot permintaan atas semen. Apabila konsumsi semen nasional meningkat, perusahaan-perusahaan semen pun dapat menikmati peningkatan pendapatan. Khususnya saham Semen Indonesia (SMGR) dan anak-anak usahanya, juga produsen semen swasta seperti Indocement (INTP) dan Cemindo Gemilang (CMNT).
Keempat sektor saham di atas berpotensi ikut ambil bagian dalam pembangunan ibu kota baru, sehingga investornya berpeluang turut mendulang cuan. Kalau Anda tertarik, mulailah meriset saham-saham terkait dan menganalisis titik entry terbaik dalam waktu dekat.
Tagged With : analisa fundamental • saham