Sektor Energi dan Bank Jatuh, Wall Street Melemah

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup melemah akibat jatuhnya sektor energi dan perbankan. Jatuhnya kedua sektor ini dipicu adanya kekhawatiran penurunan harga minyak dan harapan bank sentral AS pangkas suku bunga acuan.

Dilansir Reuters, Kamis (13/6), indeks Dow Jones (DJIA) melemah 43,68 poin atau 0,17 persen ke posisi 26.004,83. Indeks saham S&P 500 (SPX) susut 5,88 poin atau 0,20 persen ke posisi 2.879,84 dan indeks saham Nasdaq (IXIC) jatuh 29,85 poin atau 0,38 persen ke posisi 7.792,72.

Sektor saham utilitas mencatatkan kenaikan 1,3 persen, dan mencatatkan performa sektor paling baik pada perdagangan waktu setempat. Hal ini seiring harapan pasar terhadap penurunan suku bunga The Fed.

Sektor saham energi melemah 1,4 persen, dan mencatatkan penurunan terbesar di antara sebelas sektor saham S&P. Pasar khawatir dengan permintaan, sehingga memicu harga minyak AS turun 4 persen.

Di sisi lain dari data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan harga konsumen naik 0,1 persen pada Mei 2019. Angka ini sejalan dengan prediksi ekonom yang disurvei Reuters.

Inflasi juga diharapkan akan cenderung moderat. Sentimen ini mendorong harapan bank sentral AS akan menurunkan suku bunga. Sektor saham bank pun turun 1,4 persen.

Namun, harapan bank sentral AS terhadap perlambatan ekonomi global seiring meningkatnya perang dagang AS dengan China telah mendorong reli di Wall Street pada bulan ini. Sepanjang Juni, indeks saham S&P 500 sudah naik 4,6 persen.

Bank sentral AS akan menggelar rapat pada 18-19 Juni 2019. Pasar telah mengantisipasi peluang penurunan suku bunga pada akhir 2019. Berdasarkan survei, paling cepat peluang pelonggaran suku bunga terjadi di Juli mendatang.

Baca Juga:   Wall Street Anjlok karena Investor Kecewa soal The Fed

Adapun investor juga mengurangi bobot portofolio investasi saham, setelah reli terjadi baru-baru dan bersiap untuk pertemuan bank sentral AS.

“Orang tidak ingin terlalu jauh dari posisinya hingga pekan depan,” ujar Direktur Wedbush Securities, Michael James.

Selain itu, kekhawatiran terhadap perang dagang masih membebani Wall Street. Apalagi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak tertarik untuk maju kecuali Pemerintah China menyetujui empat atau lima poin utama dalam negosiasi perdagangan.

Saham semikonduktor, yang mendapatkan pemasukan cukup besar dari China, melemah pada perdagangan Rabu waktu setempat. Indeks Philadelphia Semiconductor turun 2,3 persen.

Saham Micron Technology Inc, Applied Materials Inc dan Lam Research Corp masing-masing turun lebih dari 5 persen. Saham Facebook turun 1,7 persen setelah Wall Street Journal melaporkan penemuan email yang mungkin menghubungkan CEO Facebook Mark Zuckerberg dengan praktik privasi yang berpotensi bermasalah.

Volume perdagangan saham di Wall Street tercatat 5,98 miliar saham, di atas rata-rata selama 20 hari perdagangan sekitar 6,88 miliar saham.

 

Tinggalkan sebuah Komentar