Dampak Kenaikan Suku Bunga BI yang Perlu Diketahui Trader

Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga sampai tingkat 3.75 persen per akhir September 2022. BI bahkan diperkirakan akan terus menaikkan suku bunga sampai 5.25 persen demi mengembalikan tingkat inflasi ke target semula antara 2-4 persen pada tahun depan.

Kenaikan suku bunga BI memiliki dampak yang sangat luas dalam kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari peningkatan bunga kredit perorangan, sampai dengan bertambahnya beban pinjaman yang harus dibayar oleh perusahaan komersil. Kenaikan suku bunga BI juga memengaruhi sentimen pasar keuangan, sehingga ada aset dan sektor tertentu yang terancam mengalami prospek makin suram.

Dampak Kenaikan Suku Bunga BI yang Perlu Diketahui Trader

Investasi saham biasanya terkena dampak paling buruk dari kenaikan suku bunga, terbukti dengan kolapsnya IHSG dalam hitungan hari setelah pengumuman BI. Semakin tinggi ekspektasi suku bunga ke depan, semakin buruk dampaknya bagi investasi saham. Mengapa demikian?

Ada beberapa alasan mengapa kenaikan suku bunga membuat para investor dan trader mencampakkan saham, antara lain:

  1. Kenaikan suku bunga akan meningkatkan yield obligasi, sehingga lebih banyak orang memilih untuk berinvestasi dalam obligasi daripada saham yang berisiko lebih tinggi.
  2. Kenaikan suku bunga BI dapat mendorong peningkatan bunga perbankan, sehingga biaya pendanaan (Cost of Fund) yang ditanggung oleh emiten pun bakal bertambah.
  3. Nasabah harus membayar bunga lebih mahal untuk pinjaman perbankan, sehingga banyak orang akan cenderung mengurangi konsumsi mereka. Akibatnya, banyak emiten yang kemungkinan akan mengalami penurunan penjualan dan laba.

Berdasarkan analisis tersebut, saham-saham sektor teknologi, konstruksi, dan properti akan menjadi tidak menarik lagi. Pasalnya, masyarakat lebih enggan merogoh kocek untuk pembelian bernilai besar yang membutuhkan pinjaman bank di tengah resesi. Investor pun lebih menyukai sektor saham yang berpotensi menawarkan kinerja lebih stabil.

Baca Juga:   Investor Khawatir BLT Warga AS Tak Jadi Diberikan, Wall Street Merosot

Tak semua sektor saham bakal buntung akibat kenaikan suku bunga BI. Ada sejumlah sektor saham yang tetap menawarkan prospek cemerlang, terutama aneka saham perbankan yang justru dapat mendulang cuan lebih besar seiring dengan kenaikan suku bunga. Saham sektor keuangan lainnya juga berpotensi positif, berikut golongan saham defensif yang biasanya menjadi pilihan investor di tengah gejolak ekonomi.

Tagged With :

Leave a Comment